
(Foto ilustrasi: VNA)
Meskipun menghadapi tekanan penurunan pada sesi perdagangan terakhir minggu ini karena aliran modal yang terus berhati-hati dan likuiditas yang rendah, pasar saham tetap mencatat kenaikan mingguan, mengakhiri penurunan selama empat minggu berturut-turut. Kinerja minggu ini terus menunjukkan ketergantungan pada beberapa saham berkapitalisasi besar, sementara pasar lainnya sangat terfragmentasi dan perdagangan berjalan lesu.
Reli kuat sebelumnya masih dianggap kurang meyakinkan, karena pendorong utamanya berasal dari saham-saham Vingroup , yang menyumbang lebih dari 33 poin pada VN-Index, sementara banyak saham lain di bursa berada di bawah tekanan penurunan. Ketidakseimbangan ini membuat sentimen investor tetap waspada, dan arus uang melemah, menunjukkan bahwa permintaan belum membaik secara signifikan.
Selama sesi perdagangan pada tanggal 19 Juni, VN-Index sebagian besar berfluktuasi di bawah level referensi. Pada beberapa kesempatan, tekanan jual meningkat menjelang akhir sesi, mendorong indeks mendekati angka 1.800 poin. Namun, permintaan beli muncul, membantu indeks mempersempit kerugiannya sebelum penutupan.
Pada penutupan perdagangan, 84 saham naik dan 205 saham turun di bursa HOSE. Indeks VN-Index turun 5,94 poin, atau 0,32%, menjadi 1.824,53 poin. Total volume perdagangan mencapai lebih dari 608,5 juta saham, senilai VND 18.803,6 miliar; penurunan lebih dari 3% dalam volume tetapi peningkatan lebih dari 8% dalam nilai dibandingkan sesi sebelumnya. Transaksi blok menyumbang lebih dari 81,6 juta saham, setara dengan VND 3.469 miliar.
Secara keseluruhan untuk minggu ini, VN-Index meningkat sebesar 32,88 poin, setara dengan 1,83%, secara resmi mengakhiri tren penurunan selama empat minggu sebelumnya.
Saham-saham berkapitalisasi besar terus menunjukkan divergensi yang kuat. LPB menjadi saham yang paling banyak mengalami kenaikan, naik 2% menjadi 48.000 VND per saham. Sebaliknya, VPB, BID, dan VRE turun sekitar 2%.
SHB tetap menjadi saham paling likuid di pasar dengan volume perdagangan lebih dari 40 juta unit, meskipun harganya turun 1% menjadi VND 13.750 per saham.
Di kelompok saham kecil dan menengah, perdagangan relatif tenang, hanya beberapa saham yang mencapai harga tertinggi seperti TTA, PVP, dan VVS, dengan likuiditas berkisar antara 0,25 juta hingga lebih dari 3,8 juta unit. Saham CTS naik 3,6% menjadi 25.900 VND/saham, dengan volume perdagangan lebih dari 3,05 juta unit, meskipun sempat mencapai harga tertinggi.
Sebaliknya, VSC turun 3,5% menjadi VND 19.200 per saham, dengan volume perdagangan 5,2 juta unit, sementara NVL juga turun 3% menjadi VND 12.900 per saham dengan volume perdagangan hampir 15 juta unit.
Di bursa HNX, tekanan dari saham-saham berkapitalisasi besar, terutama THD, terus menyebabkan indeks tersebut turun tajam. Pada penutupan perdagangan, Indeks HNX turun 11,33 poin menjadi 324,83 poin. Di seluruh bursa, 54 saham naik dan 81 saham turun, dengan total volume perdagangan lebih dari 53,5 juta saham dan nilai 910,6 miliar VND.
THD turun 10% menjadi 191.300 VND/saham, dengan volume perdagangan lebih dari 41.000 unit, dan menjadi faktor utama yang menyeret indeks turun lebih dari 5 poin. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti PVS, MBS, dan CEO ditutup di sekitar harga referensi, sementara SHS, HUT, dan IDC mengalami sedikit penurunan dengan volume perdagangan berkisar dari lebih dari 1 juta hingga lebih dari 13,9 juta unit.
Di UPCOM, Indeks UPCoM juga mengalami volatilitas selama sesi perdagangan, kadang-kadang pulih di atas level acuan sebelum berbalik turun lagi.
Pada penutupan perdagangan, Indeks UPCOM turun 0,71 poin menjadi 127,52 poin. Total volume perdagangan mencapai lebih dari 35,5 juta saham, senilai 364,9 miliar VND; transaksi blok tambahan menambah lebih dari 2,3 juta saham, senilai 32,3 miliar VND.
Pasar saham sangat beragam, dengan penurunan mendominasi saham-saham berkapitalisasi menengah dan kecil. Penurunan yang signifikan termasuk BGE, MSR, AAH (turun lebih dari 3%), dan POM, yang jatuh lebih dari 8% menjadi 4.300 VND per saham. Di sisi positif, BVB, TVN, dan ABB mempertahankan kenaikannya, sementara HNG, HBC, BCR, dan OIL ditutup di sekitar harga referensi mereka. Yang menarik, DFF melonjak 25% menjadi 500 VND per saham, dengan hampir 1 juta unit diperdagangkan.
Di pasar, investor asing terus melakukan penjualan bersih besar-besaran senilai lebih dari 1.600 miliar VND, yang semakin menambah tekanan pada sentimen investor di tengah kurangnya tanda-tanda perbaikan yang jelas dalam aliran modal domestik.
Pasar menutup pekan perdagangan dengan sedikit kenaikan poin, tetapi likuiditas tetap rendah, mencerminkan sentimen yang hati-hati. Fakta bahwa VN-Index hanya naik berkat beberapa saham berkapitalisasi besar menunjukkan bahwa cakupan pasar belum membaik, sementara tekanan jual bersih dari investor asing terus menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam sesi mendatang.
Mengingat arus masuk modal belum sepenuhnya kembali, tren pasar jangka pendek kemungkinan akan tetap sangat terpolarisasi dan bergantung pada kinerja saham-saham berkapitalisasi besar.
Sumber: https://vtv.vn/vn-index-mat-gan-6-diem-100260619172132491.htm






