"Tidak ada yang memungut pajak atas mimpi, dan setiap orang berhak untuk bermimpi" dan mewujudkan mimpi-mimpi itu menjadi kenyataan. Mimpi untuk membawa Vovinam ke panggung dunia , suatu hari nanti berpartisipasi dalam turnamen bergengsi seperti ASIAD atau Olimpiade, terus memotivasi para pemimpin seni bela diri ini untuk mengambil langkah selanjutnya. Dalam upaya ini, peran dan kontribusi individu seperti Bapak Mai Huu Tin, Presiden Federasi Vovinam Vietnam (VVF) (baru-baru ini terpilih kembali untuk masa jabatan keempatnya, 2023-2028), dan juga Presiden Federasi Vovinam Dunia (WVVF), sangatlah penting.
Bapak Mai Huu Tin, Presiden VVF dan WVVF, bertujuan untuk mengangkat seni bela diri Vovinam ke tingkat global, dan segera berpartisipasi dalam kompetisi bergengsi seperti ASIAD dan Olimpiade.
Mengambil langkah-langkah mantap untuk membantu Vovinam – seni bela diri Vietnam dengan sejarah 85 tahun dan kini hadir di 70 negara di lima benua – adalah tujuan yang telah dicapai oleh para pemimpin VVF. Untuk dapat berpartisipasi di ASIAD atau Olimpiade, Vovinam pertama-tama perlu menjadi cabang olahraga kompetitif resmi di SEA Games. Setelah dimasukkan dalam dua SEA Games berturut-turut (2021 dan 2023), jika menjadi seni bela diri kompetitif resmi di SEA Games ke-33 di Thailand pada tahun 2025, Vovinam akan menjadi cabang olahraga kompetitif resmi di setiap SEA Games.
Untuk menjadikan Vovinam sebagai cabang olahraga kompetitif resmi di setiap SEA Games, Ketua Mai Huu Tin dan anggota Federasi Bola Voli Vietnam (VVF) telah mengambil langkah-langkah konkret untuk membangun masa depan. Oleh karena itu, VVF akan secara aktif melobi negara-negara di Asia Tenggara dan negara tuan rumah Thailand untuk memasukkan Vovinam dalam SEA Games ke-33. Sebelumnya, VVF akan membantu Thailand dalam mempersiapkan atletnya dan menyelenggarakan turnamen Vovinam di Thailand. Pada saat yang sama, VVF akan melakukan pelatihan profesional untuk pelatih dan atlet dari negara-negara di kawasan ini, dan mendukung negara-negara ASEAN dalam mendirikan federasi Vovinam nasional untuk meningkatkan status Vovinam di negara lain.
“Ketika ditanya mengapa mereka memilih mempelajari Vovinam daripada seni bela diri yang telah berpartisipasi dalam Olimpiade yang terkenal di dunia seperti Taekwondo, Judo, atau Karatedo, jawaban yang paling umum saya terima dari para praktisi adalah bahwa Vovinam mewakili Vietnam, mewakili kekuatan negara kecil yang telah mengalahkan beberapa kekuatan terbesar di dunia. Mereka dengan tekun berlatih Vovinam dan berusaha mempelajari bahasa Vietnam untuk lebih memahami budaya Vietnam,” ungkap Bapak Mai Huu Tin, Presiden VVF dan Presiden WVVF.
THÁI HẢI
Tautan sumber






Komentar (0)