Di sore hari setelah sekolah, gambaran Bapak Ngo Van Tung yang dengan penuh kasih sayang memeluk putri bungsunya selalu membangkitkan perasaan hangat dan bahagia. Sekembalinya ke rumah, suasana keluarga dengan cepat menjadi meriah di dapur kecil.
Nyonya Dao Thuy Hien, istri Tuan Tung, menyiapkan makan malam, sementara putri sulung mereka membantu memetik sayuran dan membersihkan. Setiap orang memiliki tugasnya masing-masing, bekerja sama untuk menyiapkan makanan keluarga. Setelah makan malam, Tuan Tung meluangkan waktu membantu putra bungsunya mengerjakan pekerjaan rumah, dengan penuh perhatian membimbingnya melalui setiap latihan, baik mengajarkan pengetahuan maupun memperkuat ikatan ayah-anak.
"Kami selalu berusaha untuk tetap makan malam bersama. Ini adalah waktu bagi anggota keluarga untuk mengobrol, berbagi tentang pekerjaan dan studi, serta saling memahami dengan lebih baik," ujar Ibu Hien.

Menurutnya, kebahagiaan keluarga dibangun atas dasar kepedulian dan berbagi dalam setiap tugas kecil sehari-hari. Keluarga itu juga sepakat pada prinsip untuk tidak membawa tekanan pekerjaan ke rumah. Ketika konflik muncul, anggota keluarga memilih untuk berkomunikasi secara terbuka, saling mendengarkan, dan bekerja sama untuk menemukan solusi, sehingga menjaga keharmonisan di rumah.
Keluarga Ibu Tran Bich Hien, yang terdiri dari beberapa generasi yang tinggal bersama di bawah satu atap, juga memilih untuk menjaga kebahagiaan melalui berbagi. Bekerja di bidang media, Ibu Hien dan suaminya memiliki jadwal yang cukup sibuk. Namun, berkat kebersamaan dan dukungan dari kakek-nenek mereka, mereka dapat fokus pada pekerjaan mereka dengan tenang.
"Dengan keluarga besar, semuanya bisa dibagi, dan suasananya selalu lebih ceria dan nyaman," ungkap Ibu Bich Hien.
Anggota keluarga selalu memprioritaskan mendengarkan, menghormati, dan memahami satu sama lain. Setiap perbedaan pendapat dibahas secara terbuka dan lembut, menghindari konflik berkepanjangan yang dapat berdampak negatif pada hubungan keluarga.
Secara khusus, keluarga Bich Hien selalu mempertahankan kegiatan bersama seperti makan malam bersama atau menghabiskan waktu bersama di akhir pekan, yang membantu memperkuat ikatan antar generasi dan menjaga rumah tetap penuh dengan kebersamaan dan kasih sayang.
Ibu Tran Thi Hien, ibu mertua Ibu Hien, berbagi: "Untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, hal terpenting adalah saling pengertian dan berbagi di antara anggota keluarga. Ketika anak-anak menghadapi tekanan pekerjaan dan kehidupan, kakek-nenek adalah pendukung emosional, siap membantu, menyiapkan makanan dan tempat tidur, serta membantu mereka fokus pada pekerjaan. Sebaliknya, anak-anak dan cucu juga perlu saling peduli, mendengarkan, dan beradaptasi untuk mendamaikan perbedaan perspektif hidup antar generasi."
Oleh karena itu, keluarga bukan hanya tempat untuk kembali setelah seharian beraktivitas, tetapi juga ruang untuk memupuk kasih sayang dan keseimbangan emosional. Ketika setiap anggota tahu bagaimana menempatkan diri pada posisi orang lain dan bekerja sama melalui tindakan kecil namun terus-menerus, ikatan keluarga akan selalu terjaga, tidak peduli bagaimana kehidupan berubah.

Menurut Bapak Lai Vu Hiep, Wakil Direktur Dinas Kebudayaan, Olahraga , dan Pariwisata Provinsi Lao Cai, keluarga selalu memainkan peran mendasar dalam membentuk karakter manusia serta melestarikan dan mewariskan nilai-nilai budaya tradisional bangsa yang indah. Untuk membangun keluarga yang bahagia, Bapak Hiep percaya bahwa setiap anggota perlu secara proaktif membinanya melalui tindakan nyata: menjaga kepedulian dan berbagi dalam kehidupan sehari-hari; melestarikan kegiatan bersama seperti makan bersama keluarga; dan meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap keluarga. Selain itu, menyelesaikan konflik melalui dialog, mendengarkan, dan saling menghormati juga merupakan faktor kunci dalam menjaga keharmonisan dan keberlanjutan rumah tangga.
Selain itu, sektor budaya lokal telah melaksanakan banyak kegiatan praktis seperti mempromosikan pembangunan keluarga berbudaya, menyelenggarakan klub dan kompetisi, serta memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan kekerasan dalam rumah tangga. Upaya-upaya ini berkontribusi pada penyebaran nilai-nilai positif, dengan tujuan membangun setiap keluarga menjadi rumah yang benar-benar penuh kasih sayang, sebuah "sel sehat" dalam masyarakat.
Menjaga kebahagiaan keluarga bukan hanya tanggung jawab setiap individu, tetapi juga fondasi untuk membangun masyarakat yang bersatu, beradab, dan berkembang secara berkelanjutan.
Sumber: https://baolaocai.vn/vun-dap-hanh-phuc-tu-nhung-dieu-binh-di-post896433.html







Komentar (0)