Sepeda kargo roda tiga dikenal sebagai alat transportasi barang yang praktis dan jauh lebih murah dibandingkan truk. Setelah beroperasi selama bertahun-tahun, sepeda kargo roda tiga telah menimbulkan banyak kontroversi seputar dampaknya terhadap lalu lintas.
Mengangkut barang-barang besar dan berat atau melebihi kapasitas muatan kendaraan berdampak signifikan terhadap pengguna jalan lainnya.
Gambar ilustrasi.
Berdasarkan Pasal 18, Ayat 3 Undang-Undang Lalu Lintas Jalan Raya Tahun 2008:
“ Kendaraan bermotor di jalan raya (selanjutnya disebut sebagai kendaraan bermotor) meliputi mobil; traktor; trailer atau semi-trailer yang ditarik oleh mobil atau traktor; sepeda motor roda dua; sepeda motor roda tiga; sepeda motor (termasuk sepeda motor listrik) dan kendaraan sejenis.”
Oleh karena itu, kendaraan roda tiga diklasifikasikan sebagai sepeda motor roda tiga dan dikategorikan sebagai kendaraan bermotor jalan raya.
Berdasarkan Pasal 53 Undang-Undang Lalu Lintas Jalan Tahun 2008 mengenai syarat-syarat bagi kendaraan bermotor untuk berpartisipasi dalam lalu lintas:
1. Kendaraan bermotor dengan tipe yang sesuai dan diizinkan untuk berpartisipasi dalam lalu lintas harus mematuhi peraturan berikut mengenai kualitas, keselamatan teknis, dan perlindungan lingkungan:
a) Tersedia sistem pengereman yang memadai dan efektif;
b) Terdapat sistem pengalihan yang efektif;
c) Setir mobil terletak di sisi kiri kendaraan; dalam hal mobil yang terdaftar di luar negeri oleh warga negara asing dengan setir di sisi kanan yang ikut serta dalam lalu lintas di Vietnam, peraturan Pemerintah yang berlaku akan diterapkan;
d) Terdapat lampu depan yang memadai (lampu dekat dan lampu jauh), lampu plat nomor, lampu rem, dan lampu sein;
d) Memiliki ban dengan ukuran yang tepat dan memenuhi standar teknis untuk setiap jenis kendaraan;
e) Tersedia kaca spion dan peralatan serta perangkat lain yang memadai untuk memastikan jarak pandang bagi pengemudi;
g) Kaca depan dan jendela terbuat dari kaca pengaman;
h) Klakson tersebut memiliki volume yang memenuhi standar teknis;
i) Tersedia peredam suara, penekan asap, dan peralatan serta perangkat lain yang memadai untuk memastikan bahwa emisi dan tingkat kebisingan sesuai dengan standar lingkungan;
k) Struktur tersebut harus cukup kuat dan memastikan kinerja operasional yang stabil.
2. Sepeda motor roda dua, sepeda motor roda tiga, dan sepeda motor jenis yang diizinkan untuk berpartisipasi dalam lalu lintas harus mematuhi peraturan tentang kualitas, keselamatan teknis, dan perlindungan lingkungan yang ditetapkan dalam poin a, b, d, e, h, i, dan k dari Klausul 1 Pasal ini.
3. Kendaraan bermotor harus terdaftar dan memiliki plat nomor yang dikeluarkan oleh otoritas negara yang berwenang.
4. Pemerintah menetapkan batas masa pakai kendaraan bermotor.
Oleh karena itu, kendaraan roda tiga yang diizinkan untuk berpartisipasi dalam lalu lintas harus mematuhi peraturan tentang kualitas, keselamatan teknis, dan perlindungan lingkungan. Secara khusus, ketika menggunakan kendaraan roda tiga untuk mengangkut barang, perhatian harus diberikan pada peraturan mengenai penataan barang di kendaraan, menghindari penataan yang terlalu besar yang dapat mengganggu arus lalu lintas.
Truong Phong (Dikompilasi)
Bermanfaat
Emosi
Kreatif
Unik
Kemarahan
Sumber








Komentar (0)