Distrik Cho Lach terletak di Pulau Minh, dan dianggap sebagai tempat lahirnya industri budidaya bunga dan tanaman hias. Terlepas dari pasang surut waktu, masyarakat tetap berdedikasi pada budidaya bunga dan mewariskannya dari generasi ke generasi.

Menjelang Tết (Tahun Baru Imlek), begitu matahari mulai bersinar, suasana di ladang bunga menjadi ramai. Ini adalah periode penting ketika para petani merawat tanaman mereka dan menyelesaikan tahap persiapan terakhir sebelum membawa bunga ke pasar untuk dijual menjelang Tết. Pada saat ini, pasar bunga Tết di sini sudah mulai beroperasi, dengan para pedagang dari seluruh penjuru datang langsung ke kebun untuk memesan bunga untuk dijual kembali.

Puncak acara Festival Bunga dan Tanaman Hias Cho Lach adalah rute bunga dan tanaman hias sepanjang 15 kilometer yang dibuat oleh masyarakat setempat, yang telah diakui sebagai sebuah rekor.

Puncak acara Festival Bunga dan Tanaman Hias Cho Lach adalah rute bunga dan tanaman hias sepanjang 15 kilometer yang dibuat oleh masyarakat setempat, yang telah diakui sebagai sebuah rekor.

Tanaman hias di Cho Lach sangat beragam dan melimpah, tetapi varietas yang paling umum ditanam untuk Tet (Tahun Baru Imlek) meliputi: krisan, bougainvillea, marigold, bunga jengger ayam, dan lain-lain. Meskipun setiap rumah tangga hanya fokus menanam 1-2 jenis, area tanamnya cukup luas. Mereka memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah mereka untuk menanam bunga, dengan setiap rumah tangga menanam rata-rata beberapa ratus hingga beberapa ribu keranjang bunga. Setiap tahun, mereka memasok jutaan keranjang bunga ke pasar Tet.

Pada waktu seperti ini setiap tahunnya, orang-orang bergegas memenuhi pesanan untuk Tahun Baru Imlek.