Pariwisata juga "membangkitkan" potensi budaya lokal, menciptakan produk wisata yang unik. Dari warna-warna cerah komunitas etnis di Vietnam Barat Laut, gema pegunungan dan hutan Dataran Tinggi Tengah, hingga jalur air yang khas di Vietnam Barat Daya… semuanya, jika dieksploitasi dengan tepat, dapat menjadi produk pengalaman yang tak terlupakan. Rumah-rumah kuno, kebiasaan hidup sehari-hari, festival rakyat, dan pertunjukan rakyat tradisional merupakan sumber daya berharga yang berkontribusi dalam membentuk identitas pariwisata setiap daerah.
Dalam lingkungan pendidikan , khususnya di beberapa universitas di Can Tho, mahasiswa secara proaktif terlibat dan menciptakan kembali budaya tradisional melalui program dan proyek pembelajaran. Model yang menampilkan festival Nghinh Ong, pernikahan tradisional, atau seni musik tradisional Vietnam Selatan menunjukkan dinamisme dan kecintaan yang patut dipuji terhadap budaya yang ditunjukkan oleh generasi muda.
Namun, di samping tanda-tanda positif ini, masih ada banyak hal yang menimbulkan kekhawatiran.
Dalam beberapa program yang dipimpin mahasiswa, penelitiannya masih dangkal dan kurang mendalam. Rekonstruksi terkadang hanya bersifat formalistik, "memilikinya tetapi belum sepenuhnya sempurna," yang menyebabkan penurunan nilai budaya dan bahkan kesalahpahaman.
Di sektor pariwisata, beberapa produk eksploitasi warisan budaya jelas menunjukkan kurangnya profesionalisme. Video yang beredar tentang penyanyi rakyat tradisional yang tampil untuk wisatawan di sebuah pulau kecil terkenal di provinsi Dong Thap, dengan nyanyian mereka yang terburu-buru, bahasa yang campur aduk, dan kurangnya kehalusan, telah menimbulkan banyak kekhawatiran. Warisan budaya membutuhkan kehalusan dan rasa hormat, bukan pertunjukan yang hanya untuk hiburan semata.
Sebagai contoh, menggabungkan upacara peringatan leluhur tradisional ke dalam pariwisata adalah ide yang bagus, membuka pendekatan baru untuk memanfaatkan budaya dan mengembangkan produk pariwisata. Namun, jika diimplementasikan secara tidak tepat, tidak memadai, atau dipaksakan, hal itu tidak hanya akan mengurangi makna intrinsiknya tetapi juga berisiko "mendistorsi" karakteristik budaya yang khas dari masyarakat Delta Mekong.
Jelas sekali, ada jurang pemisah antara "mencintai" dan "memahami" suatu budaya!
Mencintai budaya itu berharga. Tetapi jika hanya terbatas pada emosi dan minat yang dangkal, hal itu dapat dengan mudah mengarah pada pendekatan yang picik, bahkan merusak nilai-nilai yang ingin kita lestarikan. Warisan budaya bukanlah "bahan dekoratif" yang dieksploitasi secara sembarangan, melainkan kristalisasi sejarah, kehidupan, dan kesadaran kolektif.
Untuk mempromosikan nilai warisan budaya secara berkelanjutan, yang dibutuhkan bukan hanya cinta, tetapi juga pemahaman—pemahaman yang benar dan mendalam, serta sikap hormat.
DUY KHOI
Sumber: https://baocantho.com.vn/yeu-nhung-cung-can-phai-hieu-a201465.html










