Menurut guru Dang Mai Thanh Tuan (SD Dong Thanh, Kecamatan Can Giuoc), karya-karya bertema sejarah membantu siswa menumbuhkan semangat patriotisme.
Untuk menyelesaikan lukisan kapur berukuran 1,2 x 3,6 m, guru muda itu membutuhkan waktu sekitar 5 jam. Setelah bereksperimen dengan berbagai bahan lukisan, ia menyimpulkan bahwa melukis dengan kapur lebih cepat daripada dengan bahan lain. Namun, melukis dengan kapur juga menghadirkan tantangan karena kapur mudah patah, mengendalikan goresan sulit dibandingkan dengan menggunakan kuas, dan permukaan papan yang halus membuat sulit untuk menggambar detail kecil. Selain itu, warna kapur tidak beragam, sehingga membatasi pilihan palet warna. Sentuhan yang tidak sengaja pada lukisan dapat menyebabkan noda, sehingga seniman perlu sangat berhati-hati dan teliti.
Guru Tuan berbagi: “Selama kurang lebih dua tahun terakhir, saya mencoba melukis gambar berskala besar dengan kapur pada hari libur dan acara-acara khusus karena ini adalah media yang familiar bagi saya dan murid-murid saya. Melukis dengan kapur memungkinkan saya untuk menyalurkan hasrat saya terhadap seni sekaligus bermanfaat dalam pelajaran saya. Selama hari-hari bersejarah terakhir bulan April, saya memilih untuk menciptakan kembali gambar pasukan pembebasan yang berbaris memasuki Istana Kemerdekaan , dengan harapan dapat membantu murid-murid saya lebih memahami pentingnya tanggal 30 April dan menumbuhkan patriotisme mereka sejak usia muda.”
Tuan sangat menyukai melukis dan menyayangi anak-anak. Ia selalu memimpikan untuk berkarir di bidang Pendidikan Seni Rupa karena baginya, ini adalah mata pelajaran istimewa yang tidak hanya membantu anak-anak mengembangkan kemampuan observasi dan kreativitas mereka, tetapi juga berkontribusi dalam memelihara jiwa mereka. Pada tahun 2013, ia lulus dari Sekolah Tinggi Pendidikan Long An (sekarang Universitas Pendidikan Kota Ho Chi Minh, Cabang Long An ) dengan jurusan Pendidikan Seni Rupa dan telah menjadi guru selama 13 tahun.
Selama ini, didorong oleh semangat dan pengetahuannya, Bapak Tuan terus berinovasi dalam metode pengajarannya. “Dalam setiap pelajaran, saya sering menggunakan video dan gambar ilustrasi untuk membantu siswa memvisualisasikan dan menjadi lebih tertarik pada pelajaran. Saya juga memasukkan tema-tema yang familiar tentang kampung halaman, keluarga, dan sekolah ke dalam pelajaran menggambar, dan menyelenggarakan permainan menggambar kelompok, menggambar estafet, dan kompetisi desain produk untuk menciptakan suasana yang menyenangkan dan meriah bagi siswa di setiap pelajaran,” tambah Bapak Tuan.
Diketahui bahwa, selain mengajar Seni, Bapak Dang Mai Thanh Tuan juga berperan dalam membina bakat seni siswa baik di dalam maupun di luar sekolah untuk berpartisipasi dalam kompetisi. Hingga saat ini, banyak siswa yang telah beliau bimbing meraih hasil yang tinggi dalam kompetisi melukis di tingkat sekolah, lokal, dan nasional.
Thanh Dung
Sumber: https://baolongan.vn/yeu-que-huong-qua-tung-net-phan-ve-a194262.html







Komentar (0)