Salah satu tanda yang paling mencolok adalah penurunan kecepatan transfer data USB yang signifikan dibandingkan sebelumnya. Hal ini bisa disebabkan oleh degradasi memori flash internal atau hanya karena perangkat tersebut sudah ketinggalan zaman dibandingkan dengan standar saat ini.
Sebagai contoh, port USB 2.0 standar hanya mendukung kecepatan maksimum sekitar 480 Mbps, sedangkan USB 3.2 Gen 1 dapat mencapai 5 Gbps, USB 3.2 Gen 2 mencapai 10 Gbps, dan USB 3.2 Gen 2x2 mencapai hingga 20 Gbps.
Jika Anda sering mengalami waktu tunggu yang lama saat menyalin file berukuran besar, terutama video atau data pekerjaan, mengganti ke drive USB baru dapat menghemat waktu Anda secara signifikan.
Steker longgar, koneksi terputus-putus.
Seringnya koneksi USB terputus, terutama hanya dengan benturan ringan, dapat mengindikasikan keausan pada konektor atau komponen internal setelah penggunaan yang lama.
Pengguna dapat memeriksanya dengan mencolokkan USB ke komputer dan menggoyangkannya perlahan. Jika sistem operasi terus menampilkan pesan koneksi dan pemutusan koneksi, atau menampilkan kesalahan "Perangkat USB Tidak Dikenali," kemungkinan besar perangkat tersebut mengalami masalah perangkat keras.
Namun, sebelum menyimpulkan bahwa drive USB tersebut rusak, sebaiknya uji terlebih dahulu pada beberapa port yang berbeda untuk mengesampingkan kemungkinan bahwa masalah tersebut berasal dari port USB komputer.
Berkas tersebut sering kali rusak atau kehilangan data.
Menurut para ahli, memori NAND Flash di dalam drive USB memiliki masa pakai terbatas dengan jumlah siklus penulisan dan penghapusan data yang terbatas. Setelah penggunaan yang lama, sel memori dapat mengalami penurunan kualitas, yang menyebabkan kerusakan data.
Selain faktor usia dan kerusakan fisik, malware atau mencabut drive USB secara tiba-tiba saat sedang menulis data juga dapat menyebabkan kerusakan file.
Untuk meminimalkan risiko ini, pengguna harus selalu menggunakan fungsi "Lepaskan Perangkat Keras dengan Aman" sebelum mencabut drive USB dari komputer untuk memastikan bahwa proses penulisan data telah selesai.
Kapasitas penyimpanan sudah tidak mencukupi lagi.
Kapasitas penyimpanan USB sangat bervariasi, dari beberapa GB hingga beberapa terabyte. Namun, jika Anda sering kehabisan memori dan terus-menerus harus menghapus atau memindahkan data untuk membebaskan ruang, sudah saatnya mempertimbangkan untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan.
Menulis dan menghapus data secara terus-menerus tidak hanya merepotkan tetapi juga mempercepat keausan memori flash. Bagi pengguna yang sering bekerja dengan dokumen, gambar, atau video berukuran besar, para ahli merekomendasikan untuk memilih drive USB berkapasitas 256GB atau lebih, dan memprioritaskan produk dengan kecepatan transfer data tinggi untuk memenuhi kebutuhan penggunaan jangka panjang.
Sumber: https://baoquangninh.vn/4-dau-hieu-cho-thay-da-den-luc-thay-chiec-usb-cu-3410327.html








