Perendaman dalam air dingin, pola makan vegetarian, puasa berkala dan terapi cahaya dikatakan sebagai solusi umur panjang.
Perlombaan untuk mendapatkan umur panjang semakin memanas dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan orang kaya dan selebritas. Semakin banyak orang mencari cara untuk memperlambat proses penuaan. Mereka mengonsumsi obat resep, mandi air dingin, dan berpuasa untuk memperpanjang usia mereka 10 atau 20 tahun.
Rendam dalam air dingin
Bukti ilmiah yang semakin kuat menunjukkan bahwa paparan air dingin dapat membantu melawan penuaan. Para ahli mengatakan bahwa berendam di bak es atau mencoba krioterapi (menghabiskan beberapa menit di kabin bersuhu di bawah titik beku) memperlambat jam biologis Anda.
Dr Anant Vinjamoori, direktur medis perusahaan umur panjang Modern Age, mengatakan suhu dingin membantu tubuh memproduksi neurotransmiter seperti epinefrin dan dopamin, yang memiliki efek peremajaan dan memberi energi.
“Studi jangka menengah hingga panjang menunjukkan bahwa paparan air dingin dapat mengurangi peradangan sistemik, yang diketahui memicu banyak penyakit kronis,” kata Vinjamoori.
Clint Emerson, mantan anggota Navy SEAL AS, mengatakan bahwa para prajurit menghabiskan banyak waktu di air dingin selama latihan. Hal ini membantu meningkatkan kekebalan tubuh, memperbaiki kondisi rambut dan kulit, membantu tubuh tetap waspada, mengurangi stres, dan memulihkan otot.
Puasa intermiten dan vegetarianisme
Pada tahun 2019, Jack Dorsey, salah satu pendiri dan mantan CEO Twitter, mengatakan ia hanya makan satu kali sehari dan berpuasa di akhir pekan. Menurut para ahli, hal ini dapat menyebabkan gangguan makan.
Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang dibatasi secara ilmiah atau puasa intermiten dapat memberikan manfaat kesehatan, terutama bagi penderita diabetes dan obesitas, membantu memperkuat pertahanan tubuh dan melawan stres oksidatif.
"Bagi saya, membatasi waktu makan membantu mengatur ritme sirkadian saya. Membatasi kalori di malam hari selalu meningkatkan kualitas tidur," ujar Vinjamoori.
Penelitian juga menunjukkan bahwa mengurangi protein hewani dan mengonsumsi lebih banyak makanan nabati membantu orang hidup lebih lama dan lebih sehat. David Sinclair, seorang profesor di Harvard Medical School dan peneliti umur panjang, mengatakan bahwa pola makan kaya daging hewani bermanfaat dalam jangka pendek, tetapi tidak membantu memperpanjang umur dalam jangka panjang.
Di Zona Biru dunia , tempat orang hidup hingga usia 100 tahun, orang sering mengonsumsi makanan nabati.
Terapi cahaya merah
Terapi cahaya merah menggunakan LED atau laser untuk menyinari tubuh. Ini adalah panjang gelombang cahaya terpanjang dalam spektrum tampak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan cahaya merah selama 5 hingga 20 menit meningkatkan produksi adenosin trifosfat, senyawa yang menyediakan dan menyimpan energi bagi sel.
"Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami manfaat dan mekanisme terapi ini, tetapi sudah banyak bukti yang menunjukkan bahwa terapi ini memperbaiki kondisi kulit seperti jerawat, penuaan, rambut rontok, serta membantu perawatan luka dan kerusakan akibat sinar matahari," ujar dokter kulit Laura Buford, MD, dari Westlake Dermatology & Cosmetic Surgery.
Seseorang menggunakan terapi cahaya merah untuk meningkatkan kesehatan kulit. Foto: Insider
Gunakan suplemen dan herbal
Nikotinamida Mononukleotida, atau NMN, adalah suplemen yang membantu meningkatkan kadar NAD+, suatu koenzim penting dalam tubuh. NAD+ berperan penting dalam mendukung metabolisme dan menjaga fungsi sel yang sehat. Suplemen ini banyak dicari oleh para miliarder.
Profesor Sinclair dari Harvard Medical School menjelaskan bahwa tubuh manusia menggunakan NAD+ sebagai "ukuran penuaan." Seiring bertambahnya usia, kadar NAD+ menurun, enzim perbaikan dan perlindungan tubuh terpengaruh, dan orang-orang tidak lagi mampu melawan penuaan secara alami.
Karena NAD+ merupakan molekul besar, manusia sulit menyerapnya secara langsung. Sinclair merekomendasikan mengonsumsi suplemen yang mengandung zat ini, seperti vitamin B3, Nicotinamide riboside (NR).
Selain NMN, banyak orang menggunakan ashwagandha, herbal anti-penuaan yang ditemukan dalam Ayurveda—sistem pengobatan kuno yang berasal dari India. Herbal ini diklasifikasikan sebagai adaptogen, yang memiliki beragam manfaat kesehatan, mulai dari mengurangi kecemasan dan meredakan artritis hingga meningkatkan kemampuan kognitif.
Mengutip penelitian, Vinjamoori mengatakan ashwagandha membantu mengurangi kortisol, hormon yang berkaitan dengan stres. Ashwagandha juga membantu meningkatkan kualitas tidur bagi penderita insomnia.
Sebuah studi terbaru yang diterbitkan di National Library of Medicine juga menunjukkan bahwa ashwagandha mungkin merupakan bahan anti-penuaan yang potensial. Studi lain dalam Journal of Clinical Medicine menemukan bahwa ashwagandha membantu menjaga panjang protein penting di ujung kromosom, yang disebut telomer. Protein ini sering memendek selama replikasi DNA, yang dianggap sebagai faktor utama dalam "mempercepat penuaan sel".
Thuc Linh (Menurut Orang Dalam )
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)