Stevia (Stevia rebaudiana) telah lama dikenal sebagai tanaman herbal dengan rasa manis alami dan kandungan energi rendah, sehingga cocok untuk orang yang perlu membatasi asupan gula olahan.
- 1. Teh stevia daun utuh membantu mendinginkan tubuh dan meningkatkan produksi cairan.
- 2. Teh artichoke dan stevia mendukung kesehatan hati dan pencernaan.
- 3. Gynostemma pentaphyllum dan teh stevia mendukung metabolisme.
- 4. Teh chamomile – stevia bersifat menenangkan dan membantu tidur.
- 5. Teh jahe dan stevia membantu menghangatkan perut dan melancarkan pencernaan.
- 6. Catatan tentang penggunaan teh stevia
Menurut Dr. Nguyen Quang Duong, Departemen Bedah, Rumah Sakit Tue Tinh, stevia memiliki rasa manis dan sifat pendingin, dengan efek yang meredakan panas dan menghasilkan cairan. Bila digunakan dalam jumlah sedang, stevia dapat membantu pasien mengurangi kebutuhan akan gula olahan, sehingga berkontribusi pada stabilisasi gula darah.
Namun, ini bukanlah obat untuk mengobati diabetes, melainkan hanya berperan sebagai pendukung dalam diet.

Daun stevia kering mendinginkan tubuh, meningkatkan produksi cairan, dan cocok untuk penderita diabetes.
Berikut beberapa teh populer yang dapat dipadukan dengan stevia:
1. Teh stevia daun utuh membantu mendinginkan tubuh dan meningkatkan produksi cairan.
Cara penyajian: Seduh 1–2 g daun stevia kering dalam 200–300 ml air mendidih selama 5–10 menit. Teh ini memiliki rasa yang kaya, manis, dan menyegarkan.
Menurut Pengobatan Tradisional Tiongkok, stevia memiliki rasa manis dan sifat mendinginkan, dengan efek yang meredakan panas, menghasilkan cairan, dan menghilangkan rasa haus. Namun, sebaiknya jangan diseduh terlalu kental karena dapat dengan mudah menghasilkan rasa yang terlalu manis dan rasa kenyang. Teh daun stevia cocok untuk penderita diabetes, individu yang kelebihan berat badan, atau mereka yang ingin mengurangi asupan gula.

Artichoke memiliki khasiat untuk meredakan panas, melancarkan aliran empedu, dan mendukung fungsi hati.
2. Teh artichoke dan stevia mendukung kesehatan hati dan pencernaan.
Artichoke (Cynara scolymus) memiliki efek mendinginkan dan meningkatkan produksi empedu, sehingga mendukung fungsi hati. Jika dipadukan dengan stevia, teh ini memiliki rasa manis alami yang lembut tanpa perlu tambahan gula.
Cara penyajian: Seduh 5–10 g bunga artichoke kering dan 1 g daun stevia dalam 400 ml air mendidih selama 10–15 menit. Teh ini cocok untuk penderita gangguan metabolisme, penyakit hati berlemak, dan mereka yang sering mengonsumsi makanan berlemak.

Gynostemma pentaphyllum membantu mengobati gangguan lipid.
3. Gynostemma pentaphyllum dan teh stevia mendukung metabolisme.
Gynostemma pentaphyllum umumnya digunakan untuk mendukung pengobatan gangguan lipid dan gula darah. Rasa pahit Gynostemma pentaphyllum yang sedikit seimbang dengan rasa manis dan menyegarkan dari stevia.
Cara penyajian: Seduh 6–15 g Gynostemma pentaphyllum kering dan 1 g Stevia rebaudiana dalam 300 ml air mendidih selama 10 menit. Teh ini cocok untuk penderita diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, atau sindrom metabolik. Namun, penderita tekanan darah rendah harus berhati-hati; teh ini sebaiknya diminum sekitar 30 menit setelah makan.

Bunga krisan membantu mendinginkan tubuh dan meningkatkan kualitas tidur.
4. Teh chamomile – stevia bersifat menenangkan dan membantu tidur.
Krisan (Chrysanthemum morifolium) memiliki efek menyejukkan dan mengatur fungsi hati, serta membantu tidur. Jika dipadukan dengan stevia, teh ini memiliki aroma yang lembut dan rasa manis yang halus.
Cara penyajian: Seduh 5–10 g bunga krisan kering dan 1 g stevia dalam 300 ml air mendidih selama 10 menit. Teh ini cocok dikonsumsi di malam hari, terutama bagi penderita diabetes yang juga mengalami insomnia dan stres.

Jahe segar membantu meredakan flu dan melancarkan pencernaan.
5. Teh jahe dan stevia membantu menghangatkan perut dan melancarkan pencernaan.
Jahe (Zingiber officinale) memiliki khasiat menghangatkan, membantu menghilangkan hawa dingin, dan melancarkan pencernaan. Ketika dipadukan dengan stevia, teh ini memiliki rasa hangat dan pedas yang bercampur dengan sedikit rasa manis.
Cara penyajian: Seduh 3-4 iris jahe segar dan 1 gram stevia dalam 250 ml air mendidih. Teh jahe cocok untuk orang yang sering mengalami kedinginan dan kembung di perut. Teh ini tidak boleh dikonsumsi dalam jumlah besar jika Anda memiliki tukak lambung aktif atau tekanan darah tinggi.
6. Catatan tentang penggunaan teh stevia
• Hindari penggunaan berlebihan: Meskipun merupakan obat herbal, stevia tetap harus digunakan dalam jumlah sedang.
• Pantau kadar glukosa darah: Orang yang sedang menjalani pengobatan dengan obat penurun gula darah harus memeriksa kadar glukosa darah mereka saat mengubah pola makan.
• Bacalah bahan-bahan dengan saksama: Hindari produk "teh stevia" yang mengandung tambahan gula.
• Bukan pengganti obat: Teh hanya berperan sebagai pendukung.
Singkatnya, teh stevia menawarkan rasa manis alami, memungkinkan mereka yang perlu mengontrol gula darah untuk menikmati minuman ringan dan menyegarkan tanpa bergantung pada gula rafinasi. Bila digunakan dengan benar, dikombinasikan dengan herbal lain, dan bersamaan dengan gaya hidup sehat, teh stevia dapat menjadi bagian yang bermanfaat dari rutinitas kesehatan harian. Namun, teh stevia tidak boleh sepenuhnya menggantikan air.
Bagi pasien yang mengonsumsi obat penurun gula darah atau insulin, perubahan pola makan – termasuk beralih ke stevia – tetap memerlukan pemantauan gula darah secara teratur untuk menghindari hipoglikemia. Hal terpenting tetaplah manajemen secara keseluruhan: pola makan seimbang, olahraga yang wajar, tidur yang cukup, dan kepatuhan terhadap pengobatan. Stevia mungkin merupakan alternatif yang lebih aman daripada pemanis buatan, tetapi tidak dapat menggantikan obat dan tidak boleh digunakan secara berlebihan.
Lihat artikel trending lainnya:
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/5-cong-thuc-tra-voi-co-ngot-169260226064923262.htm







Komentar (0)