Gambaran singkat:
  • MQ-9 Reaper (AS)
  • Bayraktar TB2 (Turki)
  • Wing Loong (Tiongkok)
  • Predator (AS)
  • Orion (Rusia)

MQ-9 Reaper (AS)

MQ-9 Reaper adalah salah satu UAV serang tercanggih di dunia, yang banyak digunakan oleh Amerika Serikat dalam operasi militer .

Waktu penerbangan

Pesawat MQ-9 Reaper menggunakan mesin turboprop Honeywell TPE331-10GD dengan daya sekitar 950 tenaga kuda, yang memungkinkannya mencapai kecepatan maksimum 240 knot (setara dengan 444 km/jam) dan mempertahankan kecepatan jelajah 150-170 knot (sekitar 278-315 km/jam).

Berkat sistem propulsi ini, UAV dapat beroperasi terus menerus selama lebih dari 27 jam dalam misi pengintaian, dan bahkan hingga 35 jam jika dilengkapi dengan ekstensi, dengan jangkauan terbang sekitar 1.850 km tanpa pengisian bahan bakar.

Senjata dan peralatan

MQ-9 Reaper dilengkapi dengan 8 rudal berpemandu laser atau 16 rudal Hellfire, beserta sekitar 600 kg bahan bakar.

Aplikasi medan perang

MQ-9 digunakan dalam misi pengintaian, pelacakan target, dan serangan presisi terhadap target bernilai tinggi, khususnya dalam operasi kontra-terorisme.

Biaya operasional

Pesawat nirawak militer ini memiliki biaya operasional yang jauh lebih rendah dibandingkan pesawat berawak, dengan setiap unitnya berharga sekitar $30-35 juta.

MQ-9 Reaper/Predator B. Foto: Wikipedia

Bayraktar TB2 (Turki)

Bayraktar TB2 adalah UAV militer terkemuka yang dikenal karena efektivitas tempurnya yang tinggi dalam berbagai konflik baru-baru ini.

Waktu penerbangan

TB2 memiliki kecepatan maksimum 222 km/jam, jangkauan operasi berkelanjutan selama 27 jam, dan ketinggian terbang maksimum 7.600 m, sehingga cocok untuk misi pengintaian jangka panjang.

Senjata dan peralatan

UAV ini membawa rudal berpemandu MAM-L dan dua rudal anti-tank UMTAS, yang cukup untuk menghancurkan kendaraan lapis baja dan target stasioner.

Aplikasi medan perang

TB2 telah terbukti efektif dalam konflik di Ukraina dan Timur Tengah, khususnya dalam menghancurkan tank dan sistem pertahanan udara.

Biaya operasional

Biaya yang rendah, sekitar $5 juta per unit, membuatnya mudah diakses oleh banyak negara.

Pesawat nirawak Bayraktar TB2 buatan Turki dipasok ke Ukraina. Foto: DN

Wing Loong (Tiongkok)

CAIG Wing Loong adalah UAV serang buatan China yang populer dan banyak diekspor.

Waktu penerbangan

Wing Loong memiliki daya tahan terbang sekitar 20 jam, memungkinkan misi pengintaian dan pengawasan area luas yang diperpanjang. Jangkauannya sekitar 4.000 km, dikombinasikan dengan ketinggian terbang maksimum sekitar 5.000 m, memungkinkan UAV ini untuk mempertahankan operasi yang stabil dalam berbagai kondisi medan perang. Kecepatan maksimumnya sekitar 280 km/jam cocok untuk misi pengawasan dan penyerangan target darat.

Senjata dan peralatan

Wing Loong mampu membawa sekitar 200 kg senjata udara-ke-darat, termasuk berbagai bom berpemandu seperti FT-7, FT-9, FT-10, GB4, GB7, dan rudal presisi tinggi seperti BRM-1 atau AKD-10. Meskipun muatannya tidak sebesar UAV canggih Amerika, sistem senjata ini masih cukup untuk menghancurkan kendaraan lapis baja, benteng, dan target tetap dengan akurasi tinggi.

Aplikasi medan perang

Dalam praktiknya, Wing Loong banyak digunakan dalam misi pengintaian, pengawasan, dan serangan di banyak zona konflik. Berkat kemampuan operasionalnya yang berdurasi panjang dan sensor elektro-optik terintegrasi, UAV ini dapat mendeteksi dan melacak target dari jarak jauh sebelum melancarkan serangan yang tepat.

Biaya operasional

Biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan UAV buatan AS memberikan China keunggulan di pasar ekspor.

Predator (AS)

MQ-1 Predator adalah generasi pertama pesawat tanpa awak serang Amerika, yang meletakkan dasar bagi pengembangan pesawat tanpa awak modern.

Waktu penerbangan

Pesawat-pesawat ini dapat terbang terus menerus selama sekitar 24 jam, yang cukup untuk melakukan misi pengawasan jangka panjang.

Senjata dan peralatan

Pesawat Predator dapat membawa hampir 1,4 ton senjata, termasuk empat rudal AGM-114 Hellfire, yang terutama digunakan untuk menyerang target kecil dan presisi.

Aplikasi medan perang

Predator banyak digunakan dalam operasi kontra-terorisme, berfungsi sebagai kendaraan pengintaian dan penyerangan.

Biaya operasional

Jauh lebih rendah daripada jet tempur, yang membantu mengurangi biaya perang.

Pesawat nirawak MQ-1 Predator. Foto: Wikipedia

Orion (Rusia)

Orion adalah UAV serang utama Rusia, yang mewakili kemajuan baru dalam teknologi UAV negara tersebut.

Waktu penerbangan

Pesawat Orion memiliki kecepatan jelajah sekitar 120 km/jam dan dapat berakselerasi hingga 200 km/jam bila diperlukan. Pesawat ini memiliki jangkauan lebih dari 250 km dan ketinggian maksimum sekitar 7.500 m. UAV ini dapat beroperasi selama sekitar 24 jam, sehingga cocok untuk misi pengintaian dan penyerangan.

Senjata dan peralatan

Pesawat nirawak Orion dilengkapi dengan empat rudal anti-tank Vikhr-1V sebagai senjata utamanya. Rudal-rudal ini memiliki jangkauan sekitar 10-12 km dan mencapai kecepatan maksimum Mach 1,8 (600 m/s). Vikhr-1V menggunakan hulu ledak penembus lapis baja tandem, yang memungkinkannya menembus lapis baja reaktif eksplosif (ERA) pada kendaraan musuh secara efektif.

Aplikasi medan perang

Dikerahkan dalam operasi militer Rusia, mendukung pengintaian dan serangan terhadap target darat.

Biaya operasional

Biayanya belum diungkapkan secara resmi, tetapi diperkirakan lebih rendah daripada drone buatan Barat.

Perkembangan UAV militer telah menandai titik balik utama dalam peperangan modern. Sementara MQ-9 Reaper mewakili teknologi tinggi dan kekuatan ofensif yang unggul, Bayraktar TB2 dan Wing Loong menonjol karena biaya rendah dan efektivitas tempurnya. Sementara itu, Predator adalah platform yang memulai tren ini, dan Orion menunjukkan upaya Rusia untuk mengejar ketinggalan.

Di masa depan, UAV tidak hanya akan memainkan peran pendukung tetapi dapat menjadi kekuatan utama dalam banyak skenario perang, terutama jika dikombinasikan dengan kecerdasan buatan dan teknologi otomatisasi.

Sumber: https://vietnamnet.vn/5-he-thong-uav-quan-su-tren-the-gioi-hien-nay-2519744.html