Kadar tembaga yang rendah dapat menyebabkan penglihatan buruk, tulang lemah dan rapuh, serta peningkatan kerentanan terhadap penyakit karena sistem kekebalan tubuh yang melemah.
Tubuh membutuhkan tembaga untuk menjaga metabolisme yang sehat, memperkuat tulang, dan memastikan sistem saraf berfungsi dengan baik. Kemungkinan penyebab kekurangan tembaga meliputi: operasi yang memengaruhi saluran pencernaan, dan mengonsumsi seng dalam jumlah berlebihan yang dapat mengganggu penyerapan tembaga. Berikut adalah tanda-tanda kekurangan tembaga.
Lelah
Kekurangan tembaga dapat menjadi salah satu dari banyak penyebab kelelahan dan kelemahan. Ketika kadar tembaga rendah, tubuh mungkin menyerap lebih sedikit zat besi, yang dapat menyebabkan anemia defisiensi besi. Diet yang kaya tembaga dapat membantu mengatasi hal ini.
Sering sakit
Orang yang sering sakit mungkin kekurangan tembaga. Hal ini karena ketika kadar tembaga dalam tubuh rendah, produksi sel imun menjadi sulit, sehingga secara signifikan mengurangi jumlah sel darah putih dan memengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi.
Tulang yang lemah dan rapuh
Osteoporosis, yang berkaitan dengan usia, juga dapat disebabkan oleh kekurangan tembaga. Mikronutrien ini mendorong tubuh untuk menciptakan lebih banyak sel tulang, yang membantu membentuk kembali dan memperkuat jaringan tulang. Analisis terhadap delapan studi yang melibatkan lebih dari 2.100 orang menunjukkan bahwa mereka yang menderita osteoporosis memiliki kadar tembaga yang lebih rendah daripada orang dewasa yang sehat.
Kekurangan tembaga dapat menyebabkan penglihatan buruk dan memengaruhi daya ingat. (Gambar: Freepik)
Masalah memori
Kekurangan tembaga dapat mempersulit proses belajar dan mengingat. Zat ini memainkan peran penting dalam fungsi dan perkembangan otak. Sebuah studi menunjukkan bahwa penderita penyakit Alzheimer memiliki 70% lebih sedikit tembaga di otaknya dibandingkan dengan mereka yang tidak menderita penyakit tersebut.
Sensitif terhadap dingin
Orang yang kekurangan tembaga mungkin lebih sensitif terhadap suhu. Tembaga, bersama dengan mineral lain seperti seng, membantu menjaga fungsi tiroid yang optimal. Ketika kadar tembaga dalam darah rendah, kadar hormon tiroid ini menurun. Akibatnya, kelenjar tiroid tidak berfungsi secara efektif. Diperkirakan bahwa lebih dari 80% orang dengan kadar hormon tiroid rendah merasa lebih sensitif terhadap suhu dingin.
kehilangan penglihatan
Gangguan penglihatan adalah kondisi serius yang dapat terjadi akibat kekurangan tembaga jangka panjang. Tembaga juga membantu memastikan sistem saraf berfungsi dengan baik. Kekurangan tembaga dapat menyebabkan masalah pada sistem saraf, termasuk gangguan penglihatan.
Gangguan penglihatan akibat kekurangan tembaga lebih sering terjadi pada orang yang telah menjalani operasi saluran pencernaan, seperti gastrektomi, karena hal itu mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap tembaga. Meskipun ada beberapa bukti bahwa gangguan penglihatan akibat kekurangan tembaga mungkin dapat dipulihkan, penelitian lain menunjukkan bahwa penglihatan tidak membaik setelah meningkatkan asupan tembaga.
Le Nguyen (Menurut Healthline )
Tautan sumber







Komentar (0)