Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

6 makanan yang baik untuk wanita menopause.

VnExpressVnExpress27/05/2023


Perubahan hormonal selama menopause dapat menyebabkan gangguan psikologis dan fisik bagi wanita, tetapi banyak makanan yang dapat membantu memperbaiki kondisi ini.

Menurut Dr. Tran Thi Tra Phuong dari Nutrihome Nutrition Clinic System, menopause adalah tahap ketika ovarium wanita mengalami penurunan fungsi. Ovarium berhenti bekerja dan berhenti memproduksi hormon wanita, yang menyebabkan berhentinya menstruasi bulanan dan menandai berakhirnya kesuburan.

Pola makan yang baik dapat membantu memperbaiki osteoporosis, mengurangi risiko kerusakan sendi, dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Makanan yang baik untuk wanita selama periode ini meliputi:

Makanan kaya kalsium

Wanita menopause sebaiknya secara teratur melengkapi diet mereka dengan makanan kaya kalsium dari susu dan produk susu: yogurt, keju, dan lain-lain. Makanan-makanan ini menyediakan kalsium yang cukup, membantu mencegah pengeroposan tulang dan mengurangi risiko osteoporosis pada wanita menopause.

Makanan lain yang kaya kalsium meliputi udang, kepiting, siput, dan sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam, pakcoy, kale, dan sawi hijau.

Makanan yang kaya akan karbohidrat baik

Biji-bijian utuh dengan indeks glikemik (GI) rendah baik untuk kesehatan Anda, seperti roti gandum utuh, beras merah, dan sayuran akar. Diet kaya karbohidrat GI rendah membantu membatasi lonjakan gula darah dan diabetes, sementara diet tinggi serat juga baik untuk kesehatan Anda dan mencegah penambahan berat badan yang berlebihan.

Makanan yang mengandung lemak sehat

Makanan yang mengandung lemak sehat dari ikan berlemak seperti salmon, mackerel, dan basa, serta alpukat dan minyak zaitun, membantu memperbaiki dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular seperti infark miokard dan gangguan metabolisme lipid.

Makanan yang kaya akan seng

Seng merupakan mineral penting dalam produksi hormon seks. Oleh karena itu, penting untuk memasukkan makanan kaya seng dalam diet Anda, seperti makanan laut, telur, dan produk susu.

Makanan yang kaya serat

Sembelit juga merupakan kondisi umum pada wanita selama menopause. Oleh karena itu, diet harus mencakup lebih banyak makanan kaya serat seperti biji-bijian utuh, buah-buahan dan sayuran, serta kacang-kacangan untuk meningkatkan fungsi pencernaan dan secara efektif mencegah sembelit.

Selain itu, diet tinggi serat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama, mengurangi keinginan makan dan membantu menjaga berat badan. Hal ini, pada gilirannya, mengurangi risiko obesitas, yang umum terjadi pada wanita menopause.

Makanan yang kaya akan vitamin dan mineral

Sayuran hijau segar dan buah-buahan merupakan sumber vitamin dan mineral yang penting. Selain itu, keduanya juga merupakan sumber serat dan antioksidan yang membantu menurunkan berat badan, mencegah penuaan, mengontrol kadar gula darah, dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Pola makan yang baik dapat membantu meningkatkan kesehatan wanita yang mengalami menopause. Foto: Freepik

Pola makan yang baik dapat membantu meningkatkan kesehatan wanita yang mengalami menopause. Foto: Freepik

Selain itu, karena perubahan hormonal, wanita memiliki peningkatan risiko mengembangkan berbagai masalah kesehatan selama periode ini. Secara spesifik:

Nyeri tulang dan sendi, osteoporosis : Pada wanita, estrogen adalah hormon penting untuk menjaga kesehatan tulang dan meningkatkan penyerapan kalsium. Ketika fungsi ovarium menurun, kadar estrogen berkurang, menyebabkan kehilangan tulang yang signifikan, yang pada gilirannya memengaruhi kesehatan tulang, menyebabkan nyeri tulang dan osteoporosis.

Risiko penyakit kardiovaskular: Ketika kadar estrogen menurun, kadar kolesterol dan gula darah meningkat, sehingga meningkatkan risiko aterosklerosis. Hal ini meningkatkan risiko penyakit jantung akibat penyumbatan pada pembuluh darah.

Perubahan berat badan, peningkatan risiko kelebihan berat badan dan obesitas: Selama menopause, metabolisme tubuh melambat untuk membangun otot. Stres berkontribusi pada peningkatan berat badan karena tingginya kadar hormon kortisol. Oleh karena itu, wanita pada kelompok usia ini harus berolahraga secara teratur, menjaga pola makan sehat, dan menghindari kelebihan berat badan atau obesitas, karena hal ini dapat meningkatkan risiko diabetes dan dislipidemia.

Risiko kanker genital: Perubahan abnormal dalam produksi hormon wanita selama menopause dapat meningkatkan risiko kanker genital tertentu seperti kanker serviks, kanker ovarium, dan kanker payudara. Oleh karena itu, selama menopause, wanita disarankan untuk tidak melupakan pemeriksaan ginekologi dan payudara secara teratur untuk mendeteksi dan mendiagnosis kanker ginekologi pada tahap awal.

Selasa Diem



Tautan sumber

Topik: mati haid

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Kolega

Kolega

Antara langit dan bumi, hanya ada satu detak jantung.

Antara langit dan bumi, hanya ada satu detak jantung.

Sebuah sudut kecil yang damai di mana warna hijau bertemu dengan warna merah yang cerah.

Sebuah sudut kecil yang damai di mana warna hijau bertemu dengan warna merah yang cerah.