![]() |
Oliver Glasner: Manajer asal Austria ini memiliki rekor yang mengesankan, setelah membawa Crystal Palace meraih dua trofi dan penampilan pertama mereka di Piala Eropa. Glasner sangat dihargai karena filosofi sepak bolanya yang fleksibel, menyeimbangkan serangan dan pertahanan. |
![]() |
Max Allegri: Pakar strategi asal Italia ini masih menganggur setelah dipecat oleh Juventus. Dengan pengalaman luas melatih Juventus dan Milan, Allegri adalah salah satu kandidat utama untuk menduduki kursi pelatih di Old Trafford. |
![]() |
Gareth Southgate: Mantan manajer timnas Inggris ini berulang kali disebut-sebut akan menjadi manajer Manchester United berikutnya. Namun, kesepakatan ini tidak diterima dengan baik oleh para penggemar karena Southgate memiliki pengalaman yang terlalu sedikit dalam melatih di level klub. |
![]() |
Mauricio Pochettino: Pochettino memiliki masa kerja yang sukses bersama Tottenham. Kekuatannya terletak pada membantu pemain muda mengembangkan potensi mereka. Jika ditunjuk, Pochettino dapat membantu Kobbie Mainoo, Chido Obi, dan Harry Amass bersinar. Namun, kesepakatan ini kemungkinan besar tidak akan terjadi karena pelatih asal Argentina ini saat ini melatih tim nasional AS. |
![]() |
Kieran McKenna: McKenna sangat mengenal Manchester United, karena telah menghabiskan bertahun-tahun sebagai asisten manajer. Ia mengincar posisi manajer ketika Erik ten Hag dipecat. Setelah meninggalkan Old Trafford, ia memimpin Ipswich meraih promosi berturut-turut dari League One ke Premier League. Kekuatan McKenna terletak pada kemampuannya untuk mengelola dengan sumber daya terbatas, sebuah kualitas yang sangat cocok untuk Manchester United saat ini. |
![]() |
Xavi: Xavi adalah rekrutan impian bagi MU, berkat filosofi sepak bola modernnya. Jika legenda Spanyol ini mengambil alih, "Setan Merah" bisa menjadi salah satu klub paling menyerang di Liga Primer. |
Sumber: https://znews.vn/6-ung-vien-thay-amorim-post1617111.html












Komentar (0)