Setelah 5 tahun, Huong Tram kembali dengan kisah yang menyembuhkan.
Setelah lama belajar dan tinggal di AS, pada tanggal 1 Desember, Huong Tram merilis sebuah album tentang masa-masa yang mengubah hidupnya. Menurut ayah Huong Tram, Seniman Rakyat Tien Dung, "ini bukan hanya peluncuran proyek seorang penyanyi, tetapi menandai tahap perkembangan baru bagi Huong Tram dalam hidupnya."

Ini menandai transformasi signifikan bagi Huong Tram dalam musiknya – dari seorang "putri balada" Vpop menjadi seorang artis yang berani memilih jalannya sendiri dengan gaya Cinematic Pop.
Penyanyi itu mengaku: “Saya penggemar berat film. Saat menonton film Hollywood, terutama yang memiliki musik latar yang megah seperti The Greatest Showman, saya terpikat oleh emosi yang kuat dari OST seperti Never Enough. Musik itu memiliki ruang yang luas, makna yang mendalam, dan membuat pendengar merasa teng immersed dalam setiap adegan. Inspirasi itulah yang membawa saya ke Cinematic Pop.”

Dengan suara penuh emosi, Huong Tram menceritakan bahwa ia melihat dalam lagu itu bukan hanya sebuah kisah cinta, tetapi juga gambaran dirinya sendiri selama bertahun-tahun hidup jauh dari rumah. Oleh karena itu, "Lifebuoy" bukan hanya judul album, tetapi juga simbol perjalanannya untuk menemukan kedamaian, untuk menemukan alasan untuk berdiri di atas panggung dan bernyanyi dengan emosi yang paling tulus.
Mengenai lagu rock " Get Out of Your Game ," Huong Tram mengungkapkan kepada penonton di acara tersebut: "Setiap kali saya stres, saya berkendara sendirian dan memutar musik rock dengan sangat keras untuk menikmati iramanya. Dan saya selalu penasaran bagaimana jadinya jika Huong Tram menyanyikan lagu rock. Jadi saya memutuskan untuk memasukkan lagu rock ini ke dalam album."

Dari "Rainy Girl" menjadi "Lifebuoy": Sebuah transformasi besar bagi Huong Tram.
Huong Tram mengungkapkan bahwa ketiga lagu tersebut adalah tiga potongan emosional berurutan dari sebuah kisah cinta yang indah: patah hati, kesedihan, dan kedamaian. Saat bahagia, pria itu adalah "penyelamatnya." Saat dikhianati, satu-satunya hal yang bisa dia "harapkan" adalah "agar dia merasakan kesedihan yang mendalam." Dan ketika dia mengatasi semuanya, dia dengan lembut mengakhirinya dengan pesan terakhir: "Aku memberikannya padanya."
Ini bukan hanya kisah karakter dalam lagu tersebut, tetapi juga sesuatu yang dialami Huong Tram. Selain album "Lifeline ," Huong Tram mengejutkan penonton dengan penampilan spesial lagu "Shine Myself ." Meskipun tidak termasuk dalam album, lagu ini merupakan refleksi diri yang indah dari Tram setelah lima tahun vakum dari panggung.

"Aku tak perlu menjelaskan diriku, karena aku sudah cukup bersinar" adalah penegasan yang kuat tentang pertumbuhannya sepanjang perjalanan penemuan jati dirinya. Huong Tram ingin mengirimkan energi positif kepada audiensnya: Percayalah pada diri sendiri. Pilih jalanmu sendiri. Dan biarkan mimpimu bersinar ketika waktunya tepat.
Selain itu, Huong Tram secara tak terduga mengundang Bui Anh Tuan – seorang penyanyi yang "sangat dia hormati" – untuk tampil dalam penampilan spesialnya. Keduanya telah memberikan kesan yang kuat selama berada di The Voice Vietnam , sehingga reuni ini sangat berarti bagi para penonton. Huong Tram berbagi bahwa dia benar-benar terharu melihat Tuan kembali ke panggung, seperti halnya comeback-nya sendiri.

"Tram selalu percaya bahwa ada banyak orang di luar sana yang menyukai suara indah Bui Anh Tuan. Semoga Tuan menggunakan kecintaan itu sebagai motivasi untuk terus berkontribusi," ungkap Huong Tram. Ini bukan sekadar harapan, tetapi juga ungkapan apresiasi yang tulus antara dua seniman yang tumbuh bersama.
Sumber: https://danviet.vn/ai-la-phao-cuu-sinh-cua-huong-tram-d1383404.html







Komentar (0)