
AI mengubah cara berbagai industri beroperasi, dan industri makanan dan minuman tidak terkecuali. Baru-baru ini, acara Future Menus 2026 menyoroti tren dalam operasional, pengambilan keputusan, dan pembangunan pengalaman pelanggan di pasar makanan dan minuman yang semakin kompetitif.

Para tamu yang menghadiri acara Future Menus 2026
Saat industri makanan dan minuman memasuki fase "pengambilan keputusan strategis"
Menurut Bapak Nguyen Xuan Huy, CEO Unilever Food Solutions Vietnam, industri makanan dan minuman sedang mengalami transformasi yang signifikan. Pelanggan mengurangi pengeluaran tetapi lebih fokus pada pengalaman. Bersamaan dengan itu, bisnis menghadapi tekanan terkait biaya bahan baku, operasional, personel, dan tren pasar yang terus berubah.
Ini berarti peran koki tidak lagi terbatas pada menciptakan makanan lezat, tetapi menjadi pengambil keputusan yang secara langsung memengaruhi kinerja bisnis restoran dan potensi pertumbuhan jangka panjangnya.

Bapak Nguyen Xuan Huy, CEO Unilever Food Solutions Vietnam
"Kesuksesan saat ini bukan lagi tentang mengejar tren tercepat, tetapi tentang kemampuan untuk memahami pelanggan secara lebih mendalam dan membuat pilihan yang tepat. Future Menus 2026 dibangun dengan keinginan untuk membantu para koki dan bisnis makanan & minuman tidak hanya melihat tren, tetapi juga mengubah tren tersebut menjadi solusi praktis untuk model bisnis mereka," kata Bapak Huy.
Pada acara Future Menus 2026, Unilever Food Solutions memperkenalkan empat tren yang diprediksi akan memimpin pasar makanan global dalam waktu dekat. Alih-alih menganggap tren ini sebagai "tren sesaat," Unilever Food Solutions memandangnya sebagai "titik acuan" untuk membantu para koki dan bisnis makanan & minuman mendefinisikan arah yang paling sesuai dengan model bisnis mereka.
Streetfood Couture mencerminkan pergeseran makanan jalanan dari pengalaman kasual menjadi versi yang lebih berkelas dalam hal teknik, bahan, dan presentasi, sambil tetap mempertahankan semangat asli dan hubungan akrab makanan jalanan dengan kehidupan lokal.
Sementara itu, Borderless Cuisine menunjukkan bahwa para penikmat kuliner semakin terbuka terhadap pengalaman multikultural. Namun, alih-alih sekadar "fusi" eksperimental, tren baru ini berfokus pada menciptakan kembali budaya melalui cita rasa, di mana bahan-bahan dan teknik dipadukan untuk menciptakan pengalaman yang baru dan mudah diakses.
Sebaliknya, Culinary Roots mencerminkan tren kembali ke nilai-nilai otentik. Seiring meningkatnya minat konsumen terhadap identitas lokal dan kisah di balik makanan, bahan-bahan asli dan teknik tradisional menjadi sumber inspirasi baru untuk pengalaman kuliner modern.
Tren terakhir, Diner Designed (Menu yang Dipersonalisasi), mencerminkan pergeseran ekspektasi para penikmat kuliner modern. Mereka tidak hanya ingin dilayani, tetapi juga ingin lebih terlibat dalam proses menciptakan pengalaman bersantap yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya pribadi mereka.
Menurut Unilever Food Solutions, nilai dari tren tidak terletak pada "apa yang akan menjadi tren selanjutnya," tetapi pada kemampuan untuk mengubah tren ini menjadi keuntungan praktis dalam operasional dan pengembangan bisnis.
AI membuka pendekatan baru bagi industri makanan dan minuman.
Salah satu sorotan penting dari Future Menus 2026 adalah integrasi AI oleh Unilever Food Solutions sebagai bagian dari perjalanan mereka dalam membangun dan mengoperasikan menu di industri makanan dan minuman. Alih-alih didekati sebagai teknologi demonstrasi, AI di Future Menus 2026 diposisikan sebagai alat pendukung pengambilan keputusan, membantu koki dan bisnis makanan dan minuman menjembatani kesenjangan antara inspirasi kreatif dan implementasi praktis.

Banyak aplikasi AI membuka pendekatan baru bagi industri makanan dan minuman.
Dalam konteks perubahan selera pelanggan yang cepat dan siklus tren yang semakin pendek, banyak restoran tidak lagi memiliki waktu untuk "coba-coba" seperti sebelumnya. Yang mereka butuhkan bukan hanya ide-ide baru, tetapi kemampuan untuk menilai tren mana yang benar-benar sesuai dengan model bisnis mereka dan arah mana yang dapat menciptakan keunggulan kompetitif jangka panjang.
Inilah juga peran yang mulai dimainkan AI dalam industri makanan dan minuman: menganalisis data perilaku konsumen, mengidentifikasi sinyal tren, menyarankan kombinasi rasa, dan membantu dalam penyesuaian menu yang dipersonalisasi berdasarkan model bisnis tertentu.
Dari tren hingga kemampuan pengambilan keputusan di industri makanan dan minuman.
Lebih dari sekadar memperbarui tren, Future Menus 2026 dibangun sebagai platform untuk membantu komunitas F&B mengubah informasi pasar menjadi keputusan yang dapat langsung diterapkan pada operasional dan pengembangan bisnis.
Sesi dialog strategis dalam acara tersebut tidak berputar di sekitar pertanyaan "tren apa yang sedang muncul," tetapi lebih berfokus pada bagaimana koki, bisnis, dan profesional industri menilai tren, memilih tren yang sesuai, dan menerjemahkan perubahan pasar menjadi keunggulan kompetitif yang nyata.

Para tamu yang menghadiri acara Future Menus 2026
Melalui pengalaman multisensorik, para peserta tidak hanya menemukan hidangan yang sedang tren tetapi juga mendapatkan akses ke solusi praktis terkait teknik memasak, perencanaan menu, optimalisasi operasional, dan penerapan AI dalam pengambilan keputusan.
Dengan Future Menus 2026, Unilever Food Solutions tidak hanya melanjutkan perannya sebagai mitra bagi komunitas F&B Vietnam, tetapi juga secara bertahap membentuk pendekatan baru terhadap industri ini – di mana keterampilan koki tidak lagi terbatas pada teknik memasak, tetapi menjadi kemampuan kepemimpinan strategis, membantu bisnis mengatasi tantangan saat ini dan dengan percaya diri melangkah ke masa depan industri F&B.
Sumber: https://vtv.vn/ai-mo-ra-cach-tiep-can-moi-cho-nganh-fb-100260604172202177.htm








Komentar (0)