
Diagram Profesor Papernot yang menggambarkan model kecerdasan buatan pada komputer menunjukkan bagaimana prototipe "worm komputer" dapat menyebar dengan cepat di seluruh jaringan.
New York Times melaporkan bahwa para peneliti di Universitas Toronto (Kanada) telah menemukan cara untuk menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan sejenis "worm komputer" yang mampu menargetkan kerentanan apa pun pada komputer dan menyebar dengan cepat di internet tanpa campur tangan manusia.
Dalam sebuah makalah yang diterbitkan pada tanggal 2 Juni, tim peneliti yang dipimpin oleh profesor teknik komputer Nicolas Papernot mengkonfirmasi keberhasilan pengujian prototipe dalam jaringan internal yang terisolasi. Prototipe worm ini dapat berjalan pada sistem operasi Windows dan Linux.
Meskipun membutuhkan mesin yang canggih untuk beroperasi karena kompleksitasnya, serangan ini tetap dapat menyerang perangkat yang lebih lemah di jaringan yang sama, seperti laptop, printer, dan kamera.
Keunggulan utama varian worm berbasis AI ini dibandingkan malware seperti SQL Slammer dan WannaCry adalah kemampuannya untuk "berpikir" sendiri dan merancang strategi yang tepat untuk setiap komputer yang ditemuinya.
Profesor Papernot memperingatkan: "Hal ini membuat pencegahan malware menjadi jauh lebih sulit. Tidak ada lagi satu patch perangkat lunak pun yang dapat diterapkan ke setiap perangkat untuk melindungi komputer dari worm ini."
Teknologi AI yang menggerakkan worm ini bersifat open source dan dibagikan secara bebas di internet, artinya tidak ada yang dapat membatasi penggunaannya. Para pembuatnya meningkatkan sistem open source yang sudah ada untuk mengoptimalkan kekuatannya, tetapi tidak mengungkapkan nama spesifik dari sistem tersebut.
Sebelumnya, banyak ahli berpendapat bahwa model sumber terbuka tidak cukup kuat untuk menjalankan worm yang dapat mereplikasi diri. Produk dari sistem AI terkemuka seperti Anthropic atau OpenAI, meskipun kuat, bukanlah sumber terbuka dan terlalu besar untuk dikompresi menjadi worm komputer.
Pada April 2026, Anthropic membatasi akses ke model Claude Mythos miliknya hanya untuk sekitar 40 organisasi dengan infrastruktur komputasi penting. OpenAI mengikuti langkah tersebut seminggu kemudian, memberlakukan pembatasan serupa pada teknologinya.
Beberapa pakar independen percaya bahwa ancaman langsung mungkin terbatas karena sistem AI rentan terhadap kesalahan. Namun, profesor ilmu komputer David Lie di Universitas Toronto menyatakan: "Seseorang dapat memodifikasi worm ini sehingga menambal kerentanan yang ditemukannya sendiri. Kekuatan teknologi sepenuhnya bergantung pada bagaimana Anda menggunakannya."
Sumber: https://tuoitre.vn/ai-tao-ra-sau-may-tinh-toan-nang-2026060318402074.htm








Komentar (0)