Sejak mencetak gol penentu kemenangan melawan Italia di San Siro, striker nomor satu Norwegia itu tak lagi menyembunyikan ambisinya untuk menaklukkan panggung terbesar dunia . Ia mencetak gol tanpa henti, memimpin tim, dan memberikan tekanan yang sangat besar pada dirinya sendiri.
Piala Dunia memanggil nama Haaland.
Namun bagi Haaland, tekanan bukanlah beban. Melainkan sebuah motivasi. Menyeimbangkan performa puncak di Manchester City dengan persiapan untuk Piala Dunia pertamanya, Haaland memasuki fase penting.
Di sinilah ambisi pribadi, kebanggaan nasional, dan keterbatasan fisik bertemu. Dan jika ada satu pemain yang bersedia hidup dengan obsesi itu, orang itu adalah Haaland.
Piala Dunia bukanlah cerita yang familiar bagi Norwegia. Penampilan terakhir mereka adalah pada tahun 1998. Saat itu, Erling Haaland bahkan belum lahir.
Oleh karena itu, tiket yang diraih setelah kemenangan comeback melawan Italia di San Siro bukan hanya hasil olahraga . Itu adalah pembebasan bagi seluruh generasi.
![]() |
Haaland tampil gemilang di kualifikasi Piala Dunia 2026. |
Bagi Haaland, ini juga menandai awal babak baru. “Saya senang, tetapi yang terpenting, saya merasa lega,” katanya. Kata-katanya singkat, khas Haaland. Di baliknya terdapat tekanan, harapan, dan tujuan yang sangat jelas: Piala Dunia.
Di lapangan, Haaland membalasnya dengan gol. 16 gol dalam 8 pertandingan kualifikasi. Rata-rata dua gol per pertandingan. Tidak ada seorang pun di Eropa yang berprestasi lebih baik. Nama-nama seperti Harry Kane, Memphis Depay, atau Arnautovic hanyalah angka untuk dibandingkan. Haaland melampaui mereka dengan ketenangan dan konsistensinya.
Yang lebih penting, dia tidak sendirian. Martin Odegaard mengatur tempo permainan. Sorloth, Nusa, Bobb, dan Ryerson memberikan kedalaman tim. Ini bukan lagi tim yang sepenuhnya bergantung pada satu individu. Namun Haaland tetap menjadi pusat permainan. Sentuhan akhir. Titik di mana setiap umpan menemukan jalannya.
Sebuah tantangan bagi Haaland
Tantangan terbesar saat ini bukanlah dengan tim nasional. Tantangan terbesar adalah dengan Manchester City.
Jadwal yang padat, tekanan untuk memenangkan gelar, dan kebutuhan untuk mempertahankan performa puncak berarti setiap menit di lapangan menguras energinya. Haaland memahami hal ini. Dia perlu mencetak gol, tetapi dia juga perlu tetap bugar untuk musim panas.
![]() |
Haaland mempertahankan performa cemerlangnya di Man City. |
Statistik musim ini menunjukkan Haaland masih memegang kendali. Pencetak gol terbanyak Premier League. Puncak klasemen Liga Champions. 25 gol dan 4 assist di semua kompetisi. Angka-angka tersebut mengingatkan pada musim legendaris 2022/23, ketika Haaland mencetak 52 gol, memenangkan Liga Champions, dan mengangkat trofi Eropa bersama Man City.
Namun Piala Dunia adalah dunia yang berbeda. Di sana, setiap kesalahan berakibat fatal. Setiap kesempatan, sekali hilang, tidak akan pernah kembali. Bagi Norwegia, tujuan realistisnya adalah lolos dari babak penyisihan grup. Bagi Haaland, pertanyaannya lebih besar: siapa dia nantinya di panggung global?
Norwegia berada di grup yang sulit, bersama Prancis dan Senegal. Ini ujian yang sesungguhnya. Dan mereka membutuhkan versi terbaik dari Haaland. Bukan hanya pencetak gol, tetapi juga pemimpin spiritual.
"Obsesi" terdengar negatif. Tetapi bagi Haaland, itu adalah motivasi. Dia hidup dengan itu. Dia berlatih untuk itu. Dia mencetak gol untuk itu. Piala Dunia bukan lagi mimpi yang jauh bagi Norwegia. Itu sudah dalam jangkauan. Dan Haaland berlari langsung menuju ke sana, tanpa ragu-ragu.
Sumber: https://znews.vn/am-anh-moi-cua-haaland-post1615748.html









Komentar (0)