Amazon menghabiskan $200 miliar untuk AI, tetapi KPI (Indikator Kinerja Utama) telah menjadi perlombaan virtual.
Amazon berinvestasi besar-besaran dalam AI dan pusat data, tetapi secara internal, terdapat tren yang berkembang dalam penggunaan bot untuk menciptakan tugas-tugas yang tidak perlu guna memenuhi KPI teknologi.
Báo Khoa học và Đời sống•14/05/2026
Amazon menghadapi paradoks besar: mereka menghabiskan $200 miliar untuk AI dan infrastruktur pusat data, namun banyak karyawan menggunakan alat AI internal untuk membuat tugas-tugas yang tidak berarti hanya untuk meningkatkan KPI mereka pada peringkat penggunaan teknologi. Menurut Fortune dan Financial Times, alat MeshClaw milik Amazon, yang awalnya dirancang untuk mengotomatiskan tugas-tugas seperti penyebaran kode, pemrosesan email, dan manajemen Slack, kini telah menjadi "senjata" bagi karyawan untuk membakar token AI guna meningkatkan peringkat pribadi mereka dalam sistem pelacakan internal.
Fenomena ini dikenal sebagai "tokenmaxxing," sebuah istilah yang menyebar di Silicon Valley, yang menggambarkan bagaimana karyawan sengaja menciptakan sebanyak mungkin interaksi dengan AI untuk meningkatkan metrik penggunaan alih-alih berfokus pada nilai sebenarnya bagi produk dan bisnis.
Sumber internal mengungkapkan bahwa Amazon menargetkan lebih dari 80% pengembangnya untuk menggunakan AI setiap minggu, sekaligus menerapkan papan peringkat untuk melacak konsumsi token individu dan tim, menciptakan tekanan kompetitif yang belum pernah terjadi sebelumnya di tempat kerja teknologi.
Meskipun Amazon mengklaim bahwa metrik token tidak digunakan untuk mengevaluasi kinerja karyawan, banyak insinyur mengatakan bahwa manajemen masih secara diam-diam memantau angka-angka ini, yang menyebabkan banyak dari mereka sengaja membiarkan AI menangani berbagai tugas yang tidak perlu hanya untuk "memperindah" pencapaian mereka. MeshClaw digambarkan sebagai "monster AI" yang mampu belajar sendiri, memantau kemajuan penyebaran kode, dan menangani tugas secara otomatis saat pengguna sedang offline, tetapi hal ini juga menimbulkan kekhawatiran serius tentang risiko keamanan dan kontrol sistem. Beberapa insinyur senior di Amazon bahkan mengatakan mereka ragu untuk memberikan kendali penuh kepada AI karena khawatir alat tersebut dapat melakukan tindakan yang tidak diinginkan, menyebabkan kesalahan sistem, atau membocorkan data penting dalam lingkungan operasional skala besar.
Di tengah dorongan agresif Amazon ke dalam persaingan AI global, kisah "menciptakan pekerjaan dengan bot" menjadi peringatan besar bagi industri teknologi: jika perusahaan terlalu fokus pada metrik yang mencolok seperti penjualan token, mereka dapat mengubah investasi ratusan miliar dolar menjadi perlombaan KPI yang ilusif.
Komentar (0)