![]() |
Amorim berbicara dengan sangat terus terang. |
Pernyataan blak-blakan manajer berusia 40 tahun itu dalam konferensi pers setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United tidak hanya mencerminkan kelelahan pribadi tetapi juga mengungkap keretakan mendalam dalam struktur operasional Setan Merah.
Meskipun secara resmi diangkat sebagai pelatih kepala sejak Ineos mengambil alih dan membawanya ke Old Trafford pada November 2024, Amorim menegaskan bahwa ia datang ke sini dengan harapan untuk menjadi seorang "manajer" sejati, bukan hanya seorang pelatih semata di lapangan.
Menurut Amorim, ia dijanjikan kekuasaan lebih besar untuk membangun kembali budaya dan membentuk kembali klub yang telah lama mengalami kemunduran.
"Saya di sini untuk menjadi kepala pelatih Manchester United, bukan hanya untuk melatih," tegas Amorim. "Saya tahu saya bukan Tuchel, Conte, atau Mourinho, tetapi saya adalah kepala pelatih Manchester United."
Mantan manajer Sporting itu juga secara jujur menyatakan bahwa ia tidak akan mengundurkan diri, tetapi perannya saat ini hanya akan berlangsung hingga kontraknya berakhir setelah 18 bulan atau hingga dewan memutuskan untuk melakukan perubahan mendadak.
Yang perlu diperhatikan, Amorim juga mendesak direktur sepak bola Jason Wilcox dan departemen lain di dalam klub untuk "melakukan pekerjaan mereka," mulai dari pencarian bakat hingga perencanaan strategis jangka panjang. Pengakuannya bahwa ia tidak mengharapkan adanya pemain baru yang direkrut pada jendela transfer bulan ini semakin menyoroti keterbatasan kekuasaan yang dihadapi Amorim.
Penyebutan nama Gary Neville secara terus-menerus dan kritik dari luar juga menunjukkan bahwa Amorim berada di bawah tekanan yang sangat besar dari lingkungan sekitar Old Trafford. Baginya, masalahnya bukan hanya hasil di lapangan, tetapi juga cara Manchester United dikelola. Tanpa perubahan dari manajemen puncak, 18 bulan ke depan bisa jadi merupakan bulan terakhir Ruben Amorim di "Theatre of Dreams".
Sumber: https://znews.vn/amorim-phat-ngon-gay-bao-post1616760.html








Komentar (0)