Dr. Hoang Ngoc Quy, Kepala Departemen Ginjal Buatan di Rumah Sakit Anak 2 (Kota Ho Chi Minh), menjawab: Jika Anda lebih menyukai makanan acar, Anda sebaiknya memilih merek tradisional yang bereputasi dan sudah lama berdiri, karena ini akan lebih aman daripada versi buatan sendiri. Hal ini karena merek tradisional menggunakan makanan olahan yang telah didesinfeksi (tanpa pengawet).
Selain itu, dalam pengolahan makanan, fasilitas produksi memiliki formula standar untuk salinitas dan waktu fermentasi. Memastikan kadar salinitas dan pH yang tepat mencegah pertumbuhan bakteri. Pada kenyataannya, beberapa makanan rumahan seringkali mengklaim bebas pengawet dan rentan terhadap fermentasi prematur (tidak cukup waktu). Dalam hal ini, tingkat pH tidak cukup asam untuk membunuh bakteri. Selain itu, kekurangan garam (karena kekhawatiran tentang tekanan darah tinggi) juga menimbulkan risiko keracunan bakteri anaerobik.
Secara khusus, madu tidak boleh diberikan kepada anak di bawah usia 12 bulan, baik sebagai makanan, minuman, atau bahkan untuk dioleskan pada lidah, karena pH asam lambung mereka tidak cukup asam untuk membunuh bakteri. Jika madu tersebut mengandung spora bakteri anaerob Clostridium, hal itu dapat menyebabkan keracunan pada anak-anak.
Sumber







Komentar (0)