
Presiden Myanmar Min Aung Hlaing memilih India sebagai tujuan perjalanan luar negeri pertamanya.
Foto: Reuters
Myanmar telah dikenai sanksi oleh beberapa negara Barat selama bertahun-tahun, tetapi India tetap menjalin hubungan kerja sama dengannya. Kedua negara berbagi perbatasan yang membentang lebih dari 1.600 km. Wilayah perbatasan ini menghadirkan banyak tantangan, sehingga hubungan bertetangga yang baik menjadi kebutuhan praktis bagi kedua belah pihak.
Selain memastikan keamanan dan manfaat dari peningkatan kerja sama ekonomi , perdagangan, dan investasi, kunjungan Bapak Min Aung Hlaing ke India juga menunjukkan orientasi dan prioritas kebijakan luar negeri India dan Myanmar dalam konteks situasi terkini di Asia dan dunia. Memanfaatkan dan mempromosikan hubungan dengan Myanmar merupakan langkah konkret dalam mengimplementasikan kebijakan luar negeri Perdana Menteri India Narendra Modi yang mengutamakan "tetangga" dan "melihat ke timur". India menunjukkan otonomi strategisnya di bidang ini.
Pesan India adalah bahwa Barat tidak dapat secara sepihak menetapkan aturan dan mendikte permainan geopolitik di Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Indo-Pasifik. India juga mengirimkan pesan kepada China, yang secara luas dianggap sebagai mitra eksternal Myanmar yang paling berpengaruh. Sementara itu, Myanmar memperkuat posisi kebijakan luar negerinya, termasuk dengan China, dan dapat memetik manfaat keamanan, ekonomi, dan perdagangan dari hubungan bertetangga yang semakin hangat ini.
Sumber: https://thanhnien.vn/an-do-myanmar-lang-gieng-nong-tham-185260531201816465.htm






Komentar (0)