Saya bekerja di kantor dan sering stres secara mental. Bisakah makan permen membantu mengurangi stres? (Thu Quynh, Hanoi )
Membalas:
Banyak penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan manis meningkatkan suasana hati, mengurangi kecemasan, dan stres. Hal ini disebabkan otak melepaskan banyak hormon bahagia seperti dopamin dan serotonin, yang menciptakan perasaan menyenangkan.
Namun, makanan manis hanyalah pereda sementara dan tidak dapat menggantikan pengobatan stres. Konsumsi berlebihan seringkali berdampak buruk, menyebabkan ketidakseimbangan kimiawi di otak. Ketidakseimbangan ini memperburuk depresi dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental.
Orang yang memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula, jika tiba-tiba berhenti, suasana hatinya akan mudah terpengaruh. Efek samping yang mungkin terjadi antara lain mudah tersinggung, takut, bingung, lelah, dan depresi. Gejala putus zat manis dapat mirip dengan gejala putus zat stimulan lainnya.
Makan makanan manis memang bisa meningkatkan suasana hati, tapi jangan berlebihan. Foto: Freepik
Permen juga menyebabkan penambahan berat badan, gangguan metabolisme lipid, gangguan metabolisme gula darah, penurunan fungsi kekebalan tubuh, peningkatan risiko kegemukan dan obesitas, serta penyakit kardiovaskular.
Pola makan sehat membantu tubuh tetap sehat dan mengendalikan stres (meskipun efeknya tidak langsung). Utamakan sayuran, ikan berlemak, hindari makan berlebihan dan makanan yang sulit dicerna. Karena masalah pencernaan dapat memperparah stres, begitu pula sebaliknya. Bersantailah, lakukan yoga, tidur yang cukup, bertemu teman, lebih banyak tertawa, berpikir positif, pijat... kurangi stres.
Ketika masalah psikologis seperti stres menetap dan menjadi lebih serius, Anda perlu menemui ahli saraf atau psikolog untuk mendapatkan intervensi.
Dokter Tran Thi Tra Phuong
Sistem Klinik Nutrisi Nutrihome
Pembaca dapat mengirimkan pertanyaan tentang penyakit neurologis di sini untuk mendapatkan nasihat dokter.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)