Pemblokiran sementara Telegram dilakukan setelah muncul saluran-saluran yang dicurigai mendistribusikan soal-soal ujian untuk ujian masuk kedokteran nasional India.
Menyusul langkah ini, banyak mahasiswa berpendapat bahwa pembatasan akses Telegram kemungkinan besar tidak akan menyelesaikan akar permasalahan dan mendesak pihak berwenang untuk memperkuat kontrol dan mengatasi kekurangan dalam proses ujian.
Selain itu, banyak orang menyatakan kekhawatiran bahwa pemblokiran aplikasi tersebut dapat memengaruhi proses pembelajaran, karena Telegram saat ini banyak digunakan untuk berbagi dokumen dan bertukar pengetahuan.
Dari pihak Telegram, pendiri Pavel Durov berpendapat bahwa tindakan ini akan memengaruhi jutaan pengguna di India. Pengadilan New Delhi saat ini sedang mempertimbangkan banding Telegram terhadap perintah pemblokiran sementara ini.

(Gambar ilustrasi: Cyberinsider).
Bulan lalu, lebih dari 2,2 juta kandidat mengikuti ujian masuk sekolah kedokteran Nasional NEET (UG) 2026 untuk bersaing memperebutkan kesempatan masuk sekolah kedokteran di seluruh negeri. Namun, hasilnya dibatalkan setelah muncul laporan bahwa soal ujian telah bocor melalui aplikasi pesan sebelum ujian.
Menurut lembaga tersebut, beberapa individu memanfaatkan fitur pengeditan pesan Telegram untuk menyisipkan soal ujian sebenarnya setelah ujian berakhir, sambil tetap mempertahankan waktu posting aslinya. Percakapan ini kemudian diedarkan sebagai bukti bahwa soal ujian telah bocor sebelum ujian.
NTA juga menuduh bahwa beberapa saluran Telegram menawarkan untuk menjual soal-soal ujian yang diduga berasal dari ujian ulangan, dan mengharuskan kandidat serta keluarga mereka untuk membayar hingga ratusan ribu rupee untuk mengakses materi tersebut.
Saat ini Telegram memiliki lebih dari 1 miliar pengguna di seluruh dunia. Meskipun perusahaan tidak merilis angka rinci per negara, banyak organisasi riset pasar meyakini bahwa India adalah pasar terbesar platform ini.
Insiden ini sekali lagi menyoroti meningkatnya tekanan pada pemerintah India untuk memastikan transparansi ujian masuk berskala besar, sekaligus memicu perdebatan tentang batasan antara melindungi keamanan ujian dan akses warga negara ke platform digital.
Sumber: https://vtv.vn/an-do-tam-chan-telegram-de-ngan-ro-ri-de-thi-100260618140825401.htm










