Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (DRDO), bekerja sama dengan Angkatan Udara India (IAF), mengumumkan pada tanggal 2 Juni keberhasilan uji peluncuran rudal udara-ke-darat RudraM-II dari jet tempur Su-30MKI, menandai langkah baru dalam program pengembangan senjata dalam negeri negara tersebut.
Menurut pernyataan dari Kementerian Pertahanan India, yang dikutip oleh koresponden TTXVN di New Delhi, uji coba tersebut dilakukan dalam kondisi sulit dan pada jalur penerbangan yang kompleks untuk menilai secara komprehensif kemampuan operasional rudal tersebut.
Setelah diluncurkan, RudraM-II secara otonom mengarahkan dirinya sendiri ke target yang ditentukan dan mengenainya dengan akurasi tinggi. Data yang dikumpulkan dari sistem pengukuran Pusat Pengujian Terpadu (ITR) di negara bagian Odisha menunjukkan bahwa semua target yang dimaksud telah tercapai.
RudraM-II adalah rudal udara-ke-darat berbahan bakar padat yang dikembangkan di India, dirancang untuk menyerang dan menetralisir sistem pertahanan udara musuh dan berbagai target darat.
Ini adalah versi yang ditingkatkan dari seri rudal anti-radiasi RudraM, yang menggabungkan banyak teknologi canggih yang dikembangkan oleh laboratorium di bawah DRDO.
Proyek ini dipimpin oleh Pusat Penelitian Imarat (RCI) di Hyderabad, dengan partisipasi berbagai lembaga penelitian pertahanan lainnya, perusahaan milik negara, dan mitra industri di India.
Menteri Pertahanan India Rajnath Singh menilai keberhasilan uji coba tersebut sebagai cerminan kematangan industri pertahanan dalam negeri dan kontribusi terhadap kemajuan program Aatmanirbhar Bharat (India Mandiri) dalam teknologi militer dan sistem senjata modern. Ini adalah tonggak terbaru dalam upaya India untuk meningkatkan kemampuan rudal dalam negerinya.
Pada awal tahun 2024, DRDO berhasil menguji rudal anti-radiasi RudraM-II dan RudraM-I, sehingga mengkonfirmasi efektivitas teknologi panduan, kendali, dan mesin yang dikembangkan di dalam negeri.
Menurut para pengamat, penyelesaian sistem rudal RudraM akan secara signifikan meningkatkan kemampuan IAF untuk menekan sistem pertahanan udara musuh, sekaligus mengurangi ketergantungannya pada senjata impor.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/an-do-thu-thanh-cong-ten-lua-chong-buc-xa-rudram-ii-post1114160.vnp








Komentar (0)