Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Topan Jangmi mendekati Tokyo, menyebabkan kekacauan di Jepang.

Hampir 900 penerbangan dibatalkan, banyak layanan kereta api dihentikan, dan puluhan ribu rumah tangga kehilangan aliran listrik saat Topan Jangmi melanda Jepang.

ZNewsZNews03/06/2026

Seorang pejalan kaki menyeberangi hujan deras akibat Topan Jangmi di Tokyo, Jepang, pada 3 Juni. Foto: Reuters .

Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), pada siang hari tanggal 3 Juni, pusat Badai Tropis Jangmi terletak sekitar 150 km di selatan Tokyo, bergerak ke timur laut dengan kecepatan angin maksimum hingga 25 m/s. JMA memperingatkan bahwa badai tersebut akan melewati sangat dekat dengan pantai Pasifik di Jepang bagian timur dan mendesak warga untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem, menurut Reuters.

Para pejabat mengatakan setidaknya 15 orang mengalami luka ringan akibat badai tersebut. Badai Jangmi juga menyebabkan hampir 60.000 rumah tangga kehilangan aliran listrik. Pihak berwenang terus menerima laporan tentang banjir, pohon tumbang, benda-benda yang terbawa angin, dan tanah longsor yang meluas.

Bao Jangmi anh 1

Sungai Koza meluap setelah hujan lebat akibat Topan Jangmi di Kushimoto, Prefektur Wakayama, Jepang, pada 3 Juni. Foto: Kyodo.

Dalam konferensi pers rutin, Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara mendesak warga untuk mengambil tindakan proaktif: "Jika Anda merasakan tanda-tanda bahaya, bertindaklah cepat untuk melindungi hidup Anda sendiri dan kehidupan keluarga Anda."

Peringatan evakuasi telah dikeluarkan untuk ratusan ribu orang di delapan prefektur di wilayah barat daya, tengah, dan timur Jepang.

Di media sosial, banyak gambar menunjukkan jalanan dan stasiun kereta bawah tanah yang tergenang banjir parah. Frasa seperti "perintah evakuasi" dan "terendam" dengan cepat menjadi topik yang sedang tren di platform tersebut.

Sektor penerbangan sangat terpengaruh karena maskapai penerbangan besar seperti Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA) membatalkan hampir 900 penerbangan domestik dan internasional pada tanggal 3 Juni, yang berdampak pada hampir 90.000 penumpang.

Singapore Airlines (SIA) juga menyesuaikan jadwal 14 penerbangan pada tanggal 2 dan 3 Juni karena dampak badai tersebut.

Menurut pengumuman maskapai tersebut, penerbangan antara Singapura dan Osaka, Nagoya, dan Tokyo, serta penerbangan dari Singapura ke Los Angeles dengan transit di Tokyo, mengalami perubahan waktu keberangkatan dan kedatangan.

SIA mengatakan pihaknya sedang menghubungi semua penumpang pada penerbangan yang terdampak untuk memberikan informasi jadwal terbaru.

"Lintasan badai masih kompleks, oleh karena itu banyak penerbangan SIA lainnya mungkin juga terpengaruh," maskapai tersebut memperingatkan.

Maskapai tersebut juga menyatakan bahwa penumpang yang terkena dampak dapat meminta perubahan ke penerbangan lain atau pengembalian dana penuh untuk bagian tiket yang tidak digunakan.

Transportasi kereta api juga terganggu. Beberapa layanan kereta cepat Shinkansen di Pulau Kyushu dan di Jepang bagian barat mengalami keterlambatan. Perusahaan Kereta Api Jepang Timur (JR East) mengumumkan bahwa beberapa layanan kereta api di sekitar Tokyo telah ditangguhkan sementara, dan memperingatkan risiko gangguan yang meluas sepanjang hari.

Di sektor manufaktur, Toyota Motor untuk sementara menghentikan operasi di 13 pabrik domestiknya pada pagi hari tanggal 3 Juni sebelum mengumumkan bahwa produksi akan dilanjutkan pada malam harinya. Sementara itu, Suzuki Motor juga berencana untuk melanjutkan operasi setelah untuk sementara menghentikan produksi di kelima pabriknya di Prefektur Shizuoka, sebelah barat Tokyo, pada pagi hari itu.

Kedutaan Besar Singapura di Tokyo telah menyarankan warga negara Singapura yang saat ini berada di Jepang untuk memantau dengan saksama pengumuman dari otoritas setempat dan kondisi cuaca.

“Penerbangan, kereta Shinkansen, feri, dan banyak layanan transportasi umum lainnya mungkin dibatalkan atau mengalami penundaan yang parah. Masyarakat harus proaktif menyesuaikan rencana perjalanan mereka dan membatasi bepergian kecuali benar-benar diperlukan,” demikian pernyataan Kedutaan Besar Singapura dalam sebuah unggahan Facebook pada 2 Juni.

Badan tersebut juga menyarankan agar warga menyimpan dokumen dan barang berharga, terutama paspor, di dalam tas tahan air untuk menghindari kerusakan akibat banjir atau hujan lebat.

Sumber: https://znews.vn/bao-jangmi-ap-sat-tokyo-nhat-ban-hon-loan-post1656542.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Bayi bahagia, bayi sehat

Bayi bahagia, bayi sehat

Berlama-lama

Berlama-lama

Pagoda Dong Suci

Pagoda Dong Suci