Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Makanan apa saja yang membawa keberuntungan sepanjang tahun?

Perayaan Tahun Baru bukan hanya tentang memuaskan rasa lapar, tetapi juga tentang menyampaikan harapan keberuntungan di tahun baru. Mulai dari sup pare dan babi rebus dengan telur hingga ketan buah gac, setiap hidangan memiliki makna keberuntungan.

ZNewsZNews17/02/2026

Tahun Baru Imlek bukan hanya waktu untuk membersihkan rumah, bertukar salam dan amplop merah berisi uang, tetapi juga waktu ketika setiap keluarga menyiapkan hidangan lezat dan bergizi dengan makna yang baik. Di meja makan perayaan Tahun Baru, setiap hidangan bukan hanya untuk dinikmati tetapi juga menyampaikan harapan untuk tahun baru yang makmur, sukses, dan beruntung.

Sup pare

Pare, juga dikenal sebagai labu pahit, adalah hidangan yang familiar di meja makan saat Tết (Tahun Baru Imlek) di banyak keluarga. Bahkan namanya sendiri menyampaikan pesan yang jelas: kesulitan dan kekhawatiran tahun lalu akan berlalu, memberi jalan bagi tahun baru yang penuh kedamaian dan energi positif.

Pare yang diisi dengan daging cincang dan jamur kuping, dimasak hingga empuk, melambangkan kelimpahan dan kemakmuran. Di luar makna spiritualnya, pare kaya akan vitamin C, antioksidan, dan senyawa alami yang bermanfaat untuk mengontrol gula darah, menjadikannya obat umum untuk mendinginkan tubuh dan mendetoksifikasi.

Babi rebus dengan telur

Setiap tahun selama Tết (Tahun Baru Vietnam), banyak keluarga Vietnam menyiapkan sepanci daging babi rebus dengan telur beberapa hari sebelumnya. Sepanci daging babi rebus dengan telur, dengan warna cokelat mengkilap dan rasa yang kaya, telah lama menjadi pemandangan yang familiar di dapur selama musim semi.

Kombinasi potongan daging berbentuk persegi dan telur bulat dianggap sebagai simbol harmoni yin-yang, kemakmuran, dan kekayaan. Di Selatan, orang sering merebus sepanci besar daging (sekitar 1-2 kg) dan lebih dari selusin telur bebek untuk dimakan secara bertahap dan untuk menjamu tamu, menjaga suasana hangat dan nyaman selama Tahun Baru. Hidangan ini biasanya disajikan dengan acar bawang merah, acar mentimun, atau acar kubis untuk menyeimbangkan rasa.

Ikan

Dalam budaya Asia Timur, ikan dianggap sebagai makanan pembawa keberuntungan, dan sering muncul dalam hidangan Tahun Baru. Dipercaya bahwa memakan seluruh ikan, dari kepala hingga ekor, melambangkan harapan agar segala sesuatunya berjalan lancar dari awal hingga akhir.

Dalam bahasa Mandarin, kata "ikan" terdengar mirip dengan kata "kelimpahan," melambangkan banyak dan berlimpah. Oleh karena itu, banyak keluarga bahkan menyisihkan sebagian ikan setelah makan sebagai cara untuk menunjukkan bahwa mereka selalu memiliki sisa makanan untuk sepanjang tahun.

Pangsit Keberuntungan

Berbentuk seperti kantung uang keberuntungan, pangsit ini dianggap sebagai simbol keberuntungan, kekayaan, dan berkah. Sebagai hidangan tradisional komunitas Tionghoa, pangsit ini sering disajikan selama perayaan Tahun Baru Imlek atau pertemuan keluarga di awal tahun.

Kulit pangsit yang lembut dan kenyal membungkus isian berupa sayuran, udang, dan daging cincang, kemudian diikat dengan daun bawang yang sudah direbus dan dikukus hingga matang. Isian sayuran yang sedikit manis dan menyegarkan, dipadukan dengan penampilannya yang menarik, telah membuat hidangan ini semakin populer dalam perayaan Tahun Baru sebagai sentuhan modern yang tetap menyampaikan pesan keberuntungan.

Nasi ketan Gac

Buah gac merupakan bahan yang umum dalam masakan Vietnam, terutama menonjol dalam hidangan nasi ketan gac di meja makan saat perayaan Tet (Tahun Baru Imlek). Warna merahnya yang cerah melambangkan keberuntungan, kegembiraan, dan kemakmuran, sehingga hampir tak tergantikan selama hari-hari pertama tahun baru.

Selain makna spiritualnya, buah gac juga kaya akan nutrisi dan likopen – antioksidan yang bermanfaat untuk mata dan perlindungan sel. Tekstur ketan yang lengket dan kenyal juga diibaratkan oleh banyak orang sebagai memegang keberuntungan, berharap untuk tahun baru yang lancar dan makmur.

Ara

Sesuai namanya, buah ara melambangkan kelimpahan dan kemakmuran, dan oleh karena itu sering dimasukkan dalam persembahan lima buah dalam tradisi Vietnam.

Rasa buah ara segar yang sedikit sepat mungkin agak sulit ditelan, sehingga banyak keluarga memilih ara yang diasamkan untuk disajikan bersama hidangan Tet (Tahun Baru Imlek), baik untuk menyeimbangkan rasa yang kaya maupun untuk menambah cita rasa. Selain itu, ara juga digunakan dalam hidangan daging dan ikan rebus, menciptakan hidangan musim semi yang sederhana namun khas.

Sumber: https://znews.vn/an-gi-may-man-ca-nam-post1628635.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Foto Presiden Ho Chi Minh di mejanya.

Foto Presiden Ho Chi Minh di mejanya.

bingkai foto damai

bingkai foto damai

Menjaga Perdamaian, Melindungi Tanah Air

Menjaga Perdamaian, Melindungi Tanah Air