![]() |
Mbappe sangat marah kepada Estadio da Luz, menyebut Prestianni seorang “rasis”. |
Pertandingan antara Benfica dan Real Madrid di Estadio da Luz pada leg pertama babak play-off Liga Champions berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk tim tamu, tetapi fokusnya tertuju pada tuduhan rasisme. Setelah gol Vinicius, suasana di Lisbon menjadi tegang dengan kontroversi.
Menurut tuduhan Vinicius, Prestianni memanggilnya "monyet" selama adu mulut. Kejadian ini terjadi tak lama setelah selebrasi emosional striker Brasil itu di dekat bendera sudut lapangan. Dia menari, menghadap tribun dan mengangkat bajunya. Wasit mengeluarkan kartu kuning. Keputusan itu secara signifikan memanaskan pertandingan.
Ketika perdebatan pecah, Mbappe langsung turun tangan. Kamera televisi merekam momen ketika striker Prancis itu menunjuk langsung ke Prestianni dan berkata, "Kau benar-benar rasis." Reaksi Mbappe menunjukkan bahwa dia tidak mentolerir perilaku diskriminatif apa pun yang ditujukan kepada rekan setimnya.
Kedua pemain tidak saling mendorong secara fisik, tetapi pertukaran kata-kata sudah cukup untuk menimbulkan keributan di stadion. Di area teknis, anggota staf pelatih Benfica mendekati bangku cadangan Real Madrid. Suasana sangat tegang. Pertandingan harus dihentikan sementara selama beberapa menit untuk mengendalikan situasi.
Campur tangan manajer Jose Mourinho dan Alvaro Arbeloa membantu meredakan ketegangan. Para pemain diminta untuk tetap tenang. Prestianni membantah tuduhan tersebut, sementara Vinicius mempertahankan pendiriannya.
Setelah jeda singkat, pertandingan dilanjutkan dan Real Madrid mempertahankan keunggulan 1-0 mereka. Namun, apa yang terjadi di Estadio da Luz tentu akan diteliti lebih lanjut. Karena ketika sepak bola menyentuh isu rasisme, hasil di lapangan bukanlah hal yang terpenting lagi.
Sumber: https://znews.vn/mbappe-noi-gian-giua-con-bao-phan-biet-chung-toc-post1628708.html









Komentar (0)