Menurut koresponden Kantor Berita Vietnam di Buenos Aires, sel beta pankreas, yang berfungsi memproduksi insulin, dapat memanfaatkan tingkat stres sedang untuk beradaptasi dan meningkatkan ketahanan terhadap efek berbahaya. Tanpa mekanisme ini, sel beta dapat hancur, menyebabkan kekurangan insulin dan timbulnya diabetes.
Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti di Laboratorium Imunologi-Endokrinologi, Diabetes dan Metabolisme, yang dipimpin oleh ilmuwan Marcelo Perone. Conicet menegaskan bahwa temuan ini dapat berkontribusi pada pengembangan terapi baru untuk diabetes, penyakit metabolik dengan dampak kesehatan masyarakat dan sosial -ekonomi yang signifikan.
Menurut Conicet, diabetes bermanifestasi dalam berbagai bentuk klinis. Yang paling umum adalah diabetes tipe 1, yang sering disebut diabetes anak atau diabetes yang bergantung pada insulin, dan diabetes tipe 2, yang saat ini memengaruhi sekitar 10–12% populasi global. Diperkirakan lebih dari 500 juta orang di seluruh dunia hidup dengan penyakit ini.
Pakar Perone menekankan bahwa para ilmuwan saat ini fokus pada penguraian apa yang terjadi pada sel beta ketika mekanisme yang menyebabkan disfungsi atau kematian sel diaktifkan. Memahami molekul yang terlibat dalam proses intraseluler yang meningkatkan pemulihan sel beta akan membantu dalam pencegahan atau pengobatan penyakit metabolik seperti diabetes. Temuan ini membuka pintu untuk mengembangkan terapi baru.
Studi ini, yang diterbitkan dalam jurnal Cell Death & Disease, adalah hasil dari 20 tahun penelitian tentang patogenesis diabetes. Tim Perone sebelumnya telah melaporkan beberapa temuan penting terkait mekanisme yang menyebabkan disfungsi sel beta. Conicet menyatakan bahwa terobosan baru ini, yang dicapai melalui eksperimen biokimia, membawa mereka lebih dekat untuk sepenuhnya menguraikan aktivitas biologis sel penghasil insulin.
baotintuc.vn
Sumber: https://baolaocai.vn/argentina-dat-buoc-tien-moi-trong-dieu-tri-benh-tieu-duong-post886878.html
Komentar (0)