Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Argentina menguji model 'pemerintahan berbasis AI'.

Argentina sedang menerapkan 'klon sosial digital' yang menggunakan AI untuk memproses data besar untuk peramalan dan dukungan tata kelola, tetapi hal ini menimbulkan kontroversi terkait privasi.

Báo Tuổi TrẻBáo Tuổi Trẻ29/05/2026

AI - Ảnh 1.

Sidang Dewan Perwakilan Rakyat Argentina di Buenos Aires - Foto: AFP

Pemerintah Argentina baru saja mengumumkan program "Digital Social Doppelganger", yang menerapkan kecerdasan buatan (AI) untuk memproses sejumlah besar data dari lembaga sektor publik dan swasta guna memprediksi tren sosial, menilai dampak kebijakan, dan mendukung pengambilan keputusan.

Menurut pemerintahan Presiden Javier Milei, sistem ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi administrasi, mengurangi fragmentasi data, dan mengoptimalkan pengeluaran publik dalam konteks transformasi digital yang semakin meluas.

Namun, proyek ini menghadapi penentangan yang cukup besar. Pihak oposisi dan beberapa organisasi hak digital telah meminta Kongres Argentina untuk menyelidiki transparansi proyek tersebut. Para ahli memperingatkan bahwa sentralisasi data skala besar menggunakan AI dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan informasi pribadi dan memperluas kemampuan untuk memantau warga negara.

Faktanya, Argentina adalah salah satu negara terdepan di Amerika Latin dalam bereksperimen dengan AI di sektor publik. Sejak 2017, Kantor Kejaksaan Kota Buenos Aires telah menerapkan sistem AI bernama "Prometea," yang bertujuan untuk mengotomatisasi beberapa prosedur peradilan dan administrasi.

Menurut Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), antara tahun 2017 dan pertengahan 2020, Prometea membantu menangani 658 kasus terkait perumahan, pekerjaan, dan hak-hak penyandang disabilitas, dengan perkiraan tingkat kesesuaian dengan keputusan jaksa sekitar 90%.

Studi yang dilakukan oleh Bank Pembangunan Inter-Amerika (IDB) juga menunjukkan bahwa sistem ini membantu mempersingkat waktu pemrosesan dokumen penawaran dari 90 menit menjadi 1 menit, dan mengurangi waktu penyelesaian beberapa kasus dari 167 hari menjadi 38 hari.

Di luar sektor peradilan, Argentina saat ini memiliki lebih dari 45 inisiatif berbasis AI di tingkat provinsi dan kota, mulai dari chatbot untuk membantu warga hingga sistem peringatan dini untuk risiko putus sekolah di daerah-daerah seperti Mendoza, Entre Ríos, dan Salta.

Namun, para ahli berpendapat bahwa Argentina masih kekurangan kerangka hukum yang komprehensif untuk AI di sektor publik, khususnya terkait perlindungan data pribadi, akuntabilitas, dan mekanisme pengawasan independen.

Kembali ke topik
VNA

Sumber: https://tuoitre.vn/argentina-thu-nghiem-mo-hinh-chinh-phu-ai-20260528103841083.htm


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk