"Teknik hanyalah syarat yang diperlukan. Tanpa emosi selama proses penciptaan, patung akan terasa sangat dingin. Karena itu, saya selalu harus menyampaikan emosi melalui bentuk," ungkap pematung Le Lang Luong tentang proses pembuatan patungnya, terutama karya-karya yang dinamai menurut nama Presiden Ho Chi Minh.
Untuk memastikan hal ini, Le Lang Luong tidak mengejar kuantitas; ia hanya menerima pesanan ketika ia menemukan cara untuk mengekspresikan esensi. Bagi Luong, patung Presiden Ho Chi Minh harus mereplikasi tubuh, pikiran, dan perawakan pemimpin besar tersebut, sekaligus menyampaikan cinta dan kepercayaan rakyat kepada Paman Ho tercinta mereka. Ketelitian sejak awal inilah yang telah menarik perhatian Negara terhadap karya-karya Le Lang Luong. Patung-patung Paman Ho yang ia dan para kolaboratornya buat telah ditempatkan di banyak lokasi di seluruh negeri.
|
Monumen "Ho Chi Minh di Tan Trao" di provinsi Tuyen Quang . |
Salah satu contoh utamanya adalah "Monumen Presiden Ho Chi Minh dengan Kelompok Etnis Dataran Tinggi Tengah," yang terletak di Lapangan Dai Doan Ket (provinsi Gia Lai ), selesai dibangun pada tahun 2012. Patung setinggi 10,8 meter yang diletakkan di atas alas setinggi 4,5 meter ini terbuat dari tembaga murni dan tampak menonjol di lapangan. Di belakangnya terdapat relief batu biru seluas 600 meter persegi, panjang 58 meter, dan tinggi 12 meter, yang distilisasi dalam bentuk kelopak bunga lotus, yang secara jelas menggambarkan kehidupan dan budaya kelompok etnis Dataran Tinggi Tengah. Di sebelah kanan terdapat 54 kolom batu, setinggi sekitar 3 meter, yang disusun melingkar seperti seikat sumpit, melambangkan persatuan; di sebelah kiri terdapat lempengan granit setinggi 4 meter dan lebar 3 meter yang bertuliskan pesan tulus Presiden Ho Chi Minh kepada rakyat.
Bagi setiap seniman, proses kreatif tidak selalu berjalan mulus, terutama ketika mencoba menemukan cara baru untuk mengekspresikan tema lama. Pematung Le Lang Luong berbagi: "Hal tersulit adalah menghindari pengulangan apa yang telah dilakukan sebelumnya. Patung Presiden Ho Chi Minh telah berhasil dibuat oleh banyak generasi sebelumnya, jadi saya harus menemukan pendekatan yang berbeda."
Terinspirasi dari sumber tersebut, Le Lang Luong terus berupaya menyelesaikan patung perunggu "Paman Ho di Tan Trao," setinggi 7,5 meter, yang dijadwalkan selesai pada tahun 2025 dan terletak di Situs Sejarah Khusus Nasional Tan Trao (Tuyen Quang). Alih-alih memilih citra pemimpin yang familiar pada momen kejayaan, sang seniman kembali ke periode sejarah yang penuh tantangan: Juli 1945 di gubuk Na Nua, ketika Paman Ho secara langsung memimpin dan mempersiapkan pemberontakan umum. Meskipun sakit parah dan kesehatannya menurun, ia tetap bertahan, membuat keputusan strategis yang menandai titik balik dalam takdir bangsa. Momen bersejarah ini menjadi jangkar emosional bagi karya Le Lang Luong dalam rangka peringatan 80 tahun Kongres Nasional Tan Trao (1945-2025).
Untuk menggambarkan keadaan tersebut, ia tidak hanya mengandalkan dokumen tetapi juga kerja lapangan, mendengarkan kisah-kisah sejarah, dan menggabungkannya dengan imajinasinya untuk menemukan cara ekspresi yang sesuai. Citra "Paman Ke" dalam Tan Trao secara bertahap muncul: sosok sederhana dengan kemeja nila, selendang tersampir di bahunya, tubuh kurus tetapi mata yang cerah dan teguh. Dalam hal ini, patung tersebut tidak hanya menggambarkan bentuk tetapi juga menciptakan kembali semangat. Ini menunjukkan bahwa karya tersebut istimewa karena menggambarkan kontras antara kondisi fisik Paman Ho yang rapuh dan tekad revolusionernya yang tak tergoyahkan.
Seniman Luong Xuan Doan, Presiden Asosiasi Seni Rupa Vietnam, berkomentar: “Patung-patung yang menggambarkan Presiden Ho Chi Minh saat ini mengalami perubahan yang luar biasa. Proyek-proyek tersebut dipilih dengan cermat berdasarkan temanya dan melibatkan dewan ahli, sehingga meningkatkan kualitasnya. Secara khusus, eksplorasi seniman seperti Le Lang Luong berkontribusi untuk menambahkan nuansa baru pada subjek ini, yang tidak mudah untuk diinovasi.”
Sumber: https://www.qdnd.vn/van-hoa/doi-song/bac-ho-trong-ngon-ngu-dieu-khac-thoi-nay-1040186









Komentar (0)