Daun ubi jalar populer karena sangat bergizi, membantu melancarkan buang air besar, dan mendinginkan tubuh. Selain itu, masakan dari daun ubi jalar sederhana dan tidak rumit, sehingga mudah dimasak. Di pedesaan, orang sering merebus daun ubi jalar dan mencelupkannya ke dalam kecap ikan; rasanya enak dan tidak pernah membosankan. Resep sederhana lainnya adalah membuat sup daun ubi jalar, dibumbui dengan bahan-bahan yang mudah didapat seperti kecap ikan dan kerupuk kulit babi. Itu sudah cukup untuk menghangatkan tubuh di tengah cuaca panas musim panas.
Membuat panekuk daun ubi jalar tidak terlalu sulit, hanya sedikit rumit. Ibu saya memilih daun yang lembut dan hijau cerah, mencucinya hingga bersih, merebusnya sebentar dalam air mendidih selama dua menit, lalu meniriskannya. Setelah daun dingin, beliau mencincangnya halus. Beliau menambahkan dua atau tiga butir telur bebek (atau telur ayam) ke dalam campuran tepung maizena dan air dengan perbandingan yang tepat. Beliau mengaduk hingga adonan halus dan kental, tanpa gumpalan dan daun ubi jalar tercampur rata. Jika adonan terlalu kering, beliau menambahkan lebih banyak air. Beliau menambahkan daun ubi jalar cincang dan membumbui sesuai selera. Beliau memanaskan minyak kacang, menuangkan adonan dengan sendok sayur, dan menggorengnya perlahan dengan api kecil. Ketika bagian bawah panekuk berubah menjadi cokelat keemasan, beliau membaliknya dan menggoreng hingga sisi lainnya matang. Setelah matang, beliau memindahkannya ke piring dan memotongnya menjadi segitiga kecil yang lucu untuk dinikmati.
Saat kecil, saya sangat menyukai kue daun ubi jalar buatan ibu saya karena teksturnya lembut, aromanya harum, dan rasanya unik. Kue daun ubi jalar bisa menjadi hidangan utama untuk makan keluarga atau sebagai camilan. Menikmati kue daun ubi jalar, selain mengubah selera makan, juga merupakan cara untuk menghemat waktu dan uang, serta cara untuk mengingat masa-masa sulit di masa lalu, sehingga membuat kita lebih menghargai masa kini.
Tautan sumber






Komentar (0)