![]() |
Pep Guardiola kecewa setelah kekalahan tersebut. Foto: Reuters . |
Gaya menyerang proaktif Man City terbukti tidak efektif, seringkali membuat mereka rentan terhadap serangan balik tajam dari lawan. Hat-trick Federico Valverde di babak pertama memberikan pukulan berat bagi kepercayaan diri Man City, yang mengakibatkan performa yang kurang efektif di babak kedua.
Segera setelah pertandingan, banyak surat kabar besar di Inggris secara bulat mengkritik Pep Guardiola dan para pemainnya. The Telegraph berkomentar bahwa Man City "dicabik-cabik" oleh Real Madrid dalam pertandingan di mana mereka hampir tidak mampu menahan tekanan dari tim tuan rumah.
Sementara itu, The Guardian berpendapat bahwa "kekalahan telak" Man City adalah hasil yang pantas, dan mengkritik manajer Guardiola karena "menunjukkan ketidakdewasaan seorang pelatih pemula" dengan memilih pendekatan yang terlalu menyerang dalam permainan.
Surat kabar The Sun bahkan lebih pesimis, menyatakan bahwa Man City "sedang jatuh ke jurang" menjelang leg kedua di Manchester. Jika mereka tidak mampu melakukan comeback yang ajaib, tim yang saat ini berada di posisi kedua Liga Premier akan menderita kekalahan ketiga berturut-turut dari Real Madrid di Liga Champions.
Setelah pertandingan, pelatih Guardiola berusaha tetap tenang dan tidak kehilangan harapan. “Sepak bola selalu menyimpan kejutan. Kita perlu bangkit dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk leg kedua,” tegas pelatih asal Spanyol itu.
Sumber: https://znews.vn/bao-anh-noi-gian-voi-pep-guardiola-post1634368.html







Komentar (0)