
Ketika ruang kelas menjadi ruang pengalaman.
Pada pertengahan Maret, di Sekolah Dasar Le Dinh Chinh (Kelurahan Hoa Cuong) dan Balai Komite Rakyat Kelurahan Ban Thach, ratusan guru sekolah dasar mengikuti pelatihan tentang metode "Belajar Melalui Bermain" (LTP) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Pelatihan Kota.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari hasil proyek iPLAY - sebuah program kolaborasi antara sektor pendidikan Vietnam dan wilayah Flanders (Kerajaan Belgia), yang bertujuan untuk mengintegrasikan pembelajaran melalui bermain ke dalam pengajaran sekolah dasar.
Setelah proyek berakhir pada tahun 2023, metode ini terus dipertahankan dan dikembangkan oleh sektor pendidikan Da Nang di semua sekolah dasar.
Ciri khas metode HTQC bukan terletak pada "mengubah waktu belajar menjadi waktu bermain," tetapi pada perancangan aktivitas pembelajaran dengan unsur permainan untuk mendorong siswa secara aktif mengeksplorasi pengetahuan. Lima elemen inti ditekankan: kesenangan, partisipasi aktif, kebermaknaan, eksperimen, dan interaksi.
Di kelas seperti itu, siswa tidak hanya mendengarkan ceramah tetapi juga berdiskusi, bereksperimen, memecahkan masalah, dan berkolaborasi dengan teman sebaya mereka. Aktivitas yang tampaknya sederhana seperti mencocokkan kartu, bermain peran, memecahkan teka-teki, atau merancang permainan edukatif menjadi "gerbang" yang membantu siswa mendekati pelajaran secara alami.
Menurut Ibu Mai Thi Thu Hang, Kepala Sekolah SD Nguyen Thai Hoc (Kelurahan An Hai), memperkenalkan metode pembelajaran berbasis bermain ke sekolah telah membantu guru mengubah perspektif mereka terhadap pelajaran.
“Sebelumnya, banyak guru berpikir bahwa ruang kelas harus sangat tertib, dengan siswa duduk tenang dan mendengarkan. Tetapi ketika kami menerapkan Sistem Manajemen Mutu Pembelajaran, kami menyadari bahwa antusiasme, tawa, dan diskusi adalah tanda-tanda bahwa pembelajaran sedang berlangsung,” ujar Ibu Hang.
Di Sekolah Dasar Nguyen Thai Hoc, para guru telah bereksperimen dengan banyak metode pengorganisasian kelas yang kreatif. Selama pelajaran bahasa Vietnam, siswa dapat berpartisipasi dalam permainan mencocokkan kata untuk membuat cerita pendek; dalam pelajaran Matematika, mereka memecahkan masalah melalui permainan "berburu harta karun"; dan dalam pelajaran Ilmu Sosial, siswa berperan sebagai ilmuwan muda untuk mengamati dan mencatat temuan mereka.
Menurut Ibu Hang, hal terpenting adalah guru merancang aktivitas yang menyenangkan sekaligus mencapai tujuan pembelajaran. "Bermain tidak boleh menyimpang dari tujuan pendidikan. Setiap permainan harus membantu siswa memahami pelajaran lebih dalam dan mengembangkan keterampilan," tegasnya.
Meningkatkan kapasitas guru
Dari perspektif manajemen profesional, Ibu Ton Nu Thuy Trang, seorang spesialis di Departemen Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Pelatihan Kota, menyatakan bahwa kursus pelatihan ini dirancang dengan fokus praktis.
"Para guru tidak hanya mendengarkan teori tetapi juga secara langsung merancang rencana pembelajaran, membuat permainan edukatif, dan mempraktikkan pengajaran untuk memberikan umpan balik dan belajar dari pengalaman satu sama lain," kata Ibu Trang.
Menurutnya, ini adalah cara untuk membantu guru memahami hakikat sebenarnya dari sistem pengajaran dan pembelajaran, menghindari penerapan metode dangkal atau mengubah pelajaran menjadi kegiatan rekreasi tanpa tujuan.
Salah satu tujuan program ini adalah untuk membantu guru mengembangkan kemampuan dalam menyelenggarakan kelas yang fleksibel, sejalan dengan persyaratan Program Pendidikan Umum 2018, yang berfokus pada pengembangan kualitas dan kompetensi siswa.
"Kami ingin para guru tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga menciptakan peluang bagi siswa untuk mengeksplorasi, bereksperimen, dan berkolaborasi. Ketika siswa terlibat dalam proses pembelajaran, mereka akan mengingat lebih lama dan memahami lebih dalam," kata Ibu Trang.
Bapak Vo Van Khanh, Kepala Departemen Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Pelatihan Kota, meyakini bahwa pembelajaran melalui bermain adalah salah satu pendekatan yang selaras dengan tren pendidikan modern.
Menurut Bapak Khanh, banyak penelitian di seluruh dunia menunjukkan bahwa anak-anak belajar paling baik ketika mereka mengalami dan berinteraksi. Mengintegrasikan permainan ke dalam kelas membantu merangsang rasa ingin tahu, kreativitas, dan semangat kerja sama siswa.
"Reformasi pendidikan bukan hanya tentang mengubah buku teks atau kurikulum, tetapi juga tentang mengubah cara kegiatan pembelajaran diorganisir. Ketika guru berani dan kreatif dalam metode pengajarannya, ruang kelas akan menjadi lebih hidup dan efektif," ujar Bapak Khanh.
Ia juga menyatakan bahwa, setelah fase percontohan dan implementasi awal, sektor pendidikan kota mendorong sekolah dasar untuk terus menerapkan dan mengembangkan model pembelajaran berbasis bermain yang sesuai dengan kondisi khusus masing-masing sekolah.
Menuju kelas yang bahagia
Faktanya, banyak sekolah dasar telah menunjukkan bahwa ketika metode pengajaran direformasi, suasana kelas juga berubah. Siswa menjadi lebih terbuka, percaya diri, dan antusias untuk datang ke sekolah.
Salah satu guru yang mengikuti pelatihan tersebut berbagi bahwa hal yang paling mengejutkannya adalah kreativitas para siswa. Ketika diberi otonomi, mereka mampu menghasilkan solusi yang sangat unik untuk berbagai masalah.
Pelajaran semacam itu tidak hanya membantu siswa menguasai pengetahuan tetapi juga menumbuhkan keterampilan komunikasi, kolaborasi, dan berpikir kritis—kompetensi penting dalam masyarakat modern.
Mulai dari sesi pelatihan hingga rencana pelajaran khusus, semangat inovasi secara bertahap menyebar ke seluruh sekolah dasar di kota ini. Ini bukanlah perubahan dramatis, melainkan pergerakan berkelanjutan dalam pola pikir dan tindakan para guru.
Dan seiring kelas menjadi tempat di mana siswa dapat belajar dengan gembira, aktif mengeksplorasi, dan berani bereksperimen, pendidikan dasar semakin mendekati tujuan membangun kelas yang bahagia, di mana setiap hari di sekolah benar-benar menjadi hari yang menyenangkan.
Sumber: https://baodanang.vn/cach-tiep-can-moi-o-bac-tieu-hoc-3327712.html






Komentar (0)