![]() |
Newcastle sepertinya tidak akan lolos ke Liga Champions musim depan. |
Setelah tersingkir dari Liga Champions dan terus berjuang di Liga Primer, Newcastle berada dalam posisi sulit. Tim asuhan Eddie Howe saat ini berada di peringkat ke-14 dengan 42 poin, 10 poin di belakang peringkat ke-5. Meskipun liga menawarkan tempat di Liga Champions musim depan, peluang The Magpies tetap sangat tipis.
Menurut sumber BBC , tidak berpartisipasi dalam kompetisi paling bergengsi di Eropa akan berdampak langsung pada keuangan mereka. Hal ini memaksa Newcastle untuk mempertimbangkan menjual setidaknya satu, atau bahkan dua, pemain kunci untuk diinvestasikan kembali pada musim 2026/27.
Nama-nama seperti Bruno Guimaraes, Sandro Tonali, Anthony Gordon, dan Tino Livramento semuanya masuk dalam radar klub-klub besar. Tonali, khususnya, dipantau ketat oleh Manchester United. Mereka semua adalah pemain penting dan juga aset paling berharga di skuad masing-masing.
Masalah Newcastle tidak hanya terletak pada hasil pertandingan mereka, tetapi juga pada inkonsistensi mereka yang terus-menerus. Sejak awal musim, mereka kalah lebih banyak daripada menang dan belum pernah berhasil lolos ke Liga Champions. Posisi tertinggi mereka adalah peringkat keenam di babak 21 besar.
Investasi senilai total 786 juta euro sejak tahun 2021 telah menekan klub untuk menyeimbangkan keuangannya. Dalam konteks ini, menjual pemain bukan lagi pilihan, melainkan suatu keharusan.
Meskipun demikian, Eddie Howe masih menikmati kepercayaan manajemen setelah prestasi-prestasi sebelumnya, termasuk memenangkan Carabao Cup pada tahun 2025 dan membawa tim ke Liga Champions dua kali.
Namun, dengan ambisi untuk menjadi kekuatan utama pada tahun 2030, Newcastle memahami bahwa mereka tidak dapat terus menyimpang dari jalur yang benar. Oleh karena itu, musim panas 2026 diprediksi akan menjadi titik balik, karena tim harus membuat keputusan sulit untuk membentuk kembali masa depannya.
Sumber: https://znews.vn/bao-dong-do-voi-newcastle-post1643223.html







Komentar (0)