
Seekor merpati yang mengenakan alat pelacak di Konstanz, Jerman - Foto: AP
Para ilmuwan telah lama memperdebatkan bagaimana merpati menempuh jarak ratusan kilometer setiap hari tanpa tersesat. Banyak teori yang menyatakan bahwa mereka mendeteksi sinyal magnetik menggunakan molekul peka cahaya di mata, paruh, atau telinga bagian dalam mereka.
Dalam sebuah studi baru yang dibagikan oleh Associated Press pada 29 Mei, ilmuwan Martin Wilkeski dari Institut Max Planck untuk Perilaku Hewan (Jerman) dan rekan-rekannya mencari sinyal magnetik di organ-organ merpati dan menemukan bahwa sinyal terkuat terletak di hati.
Secara spesifik, sel imun khusus di hati merpati bertanggung jawab untuk memecah sel darah merah dan menyimpan zat besi. Ketika para ilmuwan bereksperimen dengan sementara waktu menghilangkan sel-sel imun ini dan kemudian melepaskan merpati untuk terbang, burung-burung tersebut ditemukan "sama sekali tidak mampu menemukan jalan mereka." Hal ini menunjukkan bahwa sel-sel hati yang kaya zat besi memainkan peran penting dalam navigasi mereka.
Studi tersebut juga mencatat bahwa kompas magnetik merpati hanya terganggu pada hari-hari mendung atau berawan. Hal ini karena burung-burung ini juga menggunakan matahari untuk navigasi.
Dr. Clivia Lisowski, salah satu penulis studi dari Universitas Bonn (Jerman), mengatakan bahwa sel-sel imun ini terletak di dekat serabut saraf di hati. Ini mungkin merupakan jalur yang membantu mereka mengirimkan "sensasi medan magnet" ke otak untuk membantu merpati bernavigasi.
Para peneliti percaya bahwa burung dan hewan lain seperti tikus mungkin juga mengoperasikan "sistem navigasi GPS" yang serupa. Namun, ahli ekologi perilaku Albert Kao dari Universitas Massachusetts Boston (AS) dan para ahli independen lainnya mencatat bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memverifikasi secara pasti bagaimana sinyal-sinyal ini ditransmisikan ke otak. Sel imun yang mengandung zat besi serupa juga telah ditemukan di area lain termasuk paruh dan limpa.
Dalam sebuah editorial, dokter hewan Simon Spiro dan ahli biologi Hal Drakesmith mencatat bahwa burung mungkin menggunakan teknik penginderaan magnetik yang berbeda tergantung pada kebutuhan mereka, baik untuk perjalanan jarak jauh atau menemukan tujuan tertentu.
Sumber: https://tuoitre.vn/bat-ngo-voi-dinh-vi-gps-cua-bo-cau-20260530141805862.htm








Komentar (0)