Dalam laporan terkini mengenai serangan balasan Ukraina, BBC mengutip prajurit dari Brigade Mekanik ke-24 Angkatan Darat Ukraina yang mengatakan mereka harus bersiap menghadapi perang yang tak berkesudahan.
BBC juga mengatakan serangan balasan musim panas di Ukraina akan berakhir tanpa terobosan seperti yang diharapkan banyak orang.
Serangan musim panas di Ukraina berakhir tanpa terobosan yang diharapkan banyak orang. (Foto: Newsweek)
Meskipun negara-negara NATO memasok peralatan militer dalam jumlah besar ke Ukraina, Barat belum mampu menembus pertahanan Rusia di Ukraina tenggara, sementara Moskow telah menangkis serangan balik Kiev di hampir setiap lini.
BBC berkomentar bahwa Rusia unggul dalam jumlah kendaraan udara tak berawak (UAV). Mereka menyerang posisi pertahanan Ukraina dan unit-unit mekanis siang dan malam. Dengan kata lain, superioritas udara memberi pasukan Moskow keuntungan besar di medan perang.
"Rusia memiliki lebih banyak drone, sehingga kamuflase dan kemampuan untuk tetap tidak terdeteksi menjadi penting. Kami hendak menjalankan misi ketika radio berbunyi untuk berhenti karena kami mendeteksi pesawat Rusia di area tersebut," ujar seorang tentara Ukraina kepada BBC.
Jika pasukan Ukraina bertahan di posisi yang dibentengi, UAV Rusia akan menghancurkan kendaraan dan tenaga mereka.
Menurut tentara Ukraina, bahkan jika mereka merebut garis pertahanan dari Rusia, mereka akan segera dibombardir oleh tembakan musuh dengan berbagai jenis senjata. Menghadapi situasi seperti itu, jiwa siapa pun harus memikirkan cara untuk melindungi diri.
Menurut BBC , tentara Ukraina yang diwawancarai tidak yakin kapan mereka diberhentikan dari militer, meskipun telah bertempur cukup lama.
Sebelumnya, pada 27 September, RT mengutip pernyataan Menteri Pertahanan Rusia Jenderal Sergei Shoigu dalam sebuah pertemuan dengan pejabat Kementerian Pertahanan Rusia yang menyatakan bahwa tentara Ukraina terus menderita kerugian besar hampir empat bulan setelah serangan balasan dimulai. Bapak Shoigu menegaskan bahwa Kiev telah kehilangan lebih dari 17.000 tentara pada bulan September saja.
Menteri Shoigu menambahkan bahwa Ukraina juga kehilangan lebih dari 2.700 peralatan militer pada bulan September yang sama. Daftar peralatan yang dihancurkan oleh pasukan Rusia meliputi tujuh kendaraan tempur infanteri Bradley buatan AS, dua tank Leopard buatan Jerman, dan satu tank Challenger buatan Inggris, serta 77 howitzer M777 buatan AS dan 51 senjata gerak sendiri dari Jerman, Prancis, Polandia, dan AS.
Tra Khanh (Sumber: Sputnik)
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)