Jenderal Oleksandr Syrskyi, komandan senior tentara Ukraina, mengatakan pada 11 November bahwa Rusia mengerahkan puluhan ribu tentara di daerah perbatasan untuk mencoba mendorong pasukan Kiev keluar dari wilayah yang dikuasainya di provinsi Kursk.
Rusia sedang memobilisasi pasukan dan berupaya mengusir pasukan Ukraina dari wilayah yang dikuasainya di Provinsi Kursk. (Sumber: Getty Images) |
Jenderal Syrskyi membuat pernyataan itu sehari setelah Moskow mengerahkan 50.000 tentara di wilayah yang berbatasan dengan Ukraina sebagai persiapan untuk serangan.
"Pasukan Rusia berusaha memukul mundur pasukan kami dan maju jauh ke wilayah yang dikuasai Ukraina," ujar Syrskyi dalam sebuah postingan di aplikasi Telegram .
Namun, sang jenderal tidak menyebutkan kehadiran tentara Korea Utara sementara negara-negara Barat, Korea Selatan, dan Ukraina semuanya mengonfirmasi bahwa Pyongyang telah mengirim tentara ke Rusia.
Menurut statistik Kementerian Pertahanan Rusia, sejak pertempuran dimulai di Kursk, Ukraina telah kehilangan lebih dari 30.800 tentara, 189 tank, 123 kendaraan tempur infanteri, 107 pengangkut personel lapis baja, 1.095 kendaraan tempur lapis baja, 833 kendaraan bermotor, dan 262 sistem artileri.
Sebelumnya, pada tanggal 6 Agustus, Kiev melancarkan serangan besar-besaran di wilayah Kursk Rusia, wilayah yang berbatasan dengan Ukraina, meskipun negara tersebut kekurangan pasokan tenaga kerja dan senjata yang serius.
Serangan itu ditujukan untuk memaksa Moskow mentransfer sumber daya militer dari Ukraina timur dan membantu Kiev meningkatkan posisinya di meja perundingan di masa mendatang.
[iklan_2]
Sumber: https://baoquocte.vn/xung-dot-nga-ukraine-moscow-don-quan-tan-cong-o-kursk-thong-ke-thiet-hai-cua-kiev-293376.html
Komentar (0)