![]() |
Gambar tersebut dibagikan oleh Ronaldo di halaman pribadinya. |
Dalam unggahan tersebut, Ronaldo membagikan foto masa kecilnya yang memperlihatkan dirinya berdiri dengan bangga di samping ayahnya, bersama dengan foto keluarganya saat ini bersama pasangannya Georgina Rodriguez dan anak-anak mereka. Ia menulis singkat: "Tempat saya memulai dan mengapa saya hidup. Selamat Hari Ayah." Sebuah pesan sederhana, namun penuh emosi.
Ayah Ronaldo meninggal dunia pada tahun 2005 karena komplikasi terkait alkoholisme berat, ketika Ronaldo baru berusia 20 tahun dan memulai kariernya di Manchester United. Ia tidak sempat menyaksikan putranya menjadi ikon dunia, memenangkan gelar-gelar besar seperti Liga Champions atau Ballon d'Or.
Ronaldo pernah menceritakan kenangan mengharukan tentang masa sulit itu, ketika manajer legendaris Alex Ferguson mengizinkannya untuk sementara meninggalkan tim untuk mengunjungi ayahnya di rumah sakit. "Dia bilang saya bisa pergi selama beberapa hari, meskipun tim memiliki pertandingan penting. Itu sesuatu yang akan selalu saya hargai," kata Ronaldo.
Sepanjang kariernya, ayahnya hanya menyaksikan 27 gol, jumlah yang terlalu kecil dibandingkan dengan hampir 1.000 gol yang diimpikan Ronaldo. Dialah yang memperkenalkannya pada sepak bola dari klub lokal Andorinha, tempat ia bekerja sebagai pelayan tim.
![]() |
Ronaldo memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan ayahnya. |
Namun, hubungan ayah-anak itu tidak sepenuhnya sempurna. Ronaldo mengakui bahwa ia tidak benar-benar memahami ayahnya karena masalah pribadi. Mereka bahkan jarang melakukan percakapan normal, sebuah fakta yang berakar dari perjuangan Aveiro melawan alkoholisme selama bertahun-tahun.
Dalam sebuah wawancara dengan Piers Morgan pada tahun 2022, Ronaldo menonton video ayahnya. Ia menangis tersedu-sedu dan berkata, "Dia seorang pecandu alkohol. Saya tidak pernah berbicara dengannya seperti seorang ayah, seperti percakapan biasa. Saya merasa dia tidak cukup sadar untuk merasakan cinta saya padanya."
Rasa sakit kehilangan ayahnya merupakan guncangan besar, memengaruhi jiwanya dan masih menghantui Ronaldo selama bertahun-tahun. Dia mengungkapkan bahwa dia belum kembali ke pemakaman sejak pemakaman tersebut karena trauma psikologis dan tekanan media pada saat itu.
Namun demikian, dalam setiap gol dan setiap gelar, citra ayahnya selalu hadir. Bagi Ronaldo, itu adalah kekosongan yang tak dapat diisi oleh kejayaan apa pun, dan pada saat yang sama, itu adalah motivasi baginya untuk terus bermain sebagai cara untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada orang pertama yang menaruh kepercayaan padanya.
Sumber: https://znews.vn/bi-kich-gia-dinh-cua-ronaldo-post1636493.html








Komentar (0)