|
Karier Jadon Sancho di Inggris telah berakhir. |
Ketika Manchester United mendatangkan Jadon Sancho pada musim panas 2021, Old Trafford bergemuruh merayakannya. Setelah bertahun-tahun mengejar, Setan Merah akhirnya membawa bintang paling bersinar dari Borussia Dortmund ke Manchester. Pemain Inggris yang saat itu baru berusia 21 tahun ini adalah salah satu talenta penyerang paling menjanjikan di Eropa.
Sancho menyebutnya sebagai "mimpi yang menjadi kenyataan." Namun hanya beberapa tahun kemudian, itu lebih tampak seperti kisah kegagalan daripada perekrutan yang sukses.
Hari ini, Sancho bahkan tidak diturunkan saat Manchester United menghadapi Aston Villa di Old Trafford. Bukan karena cedera atau performa buruk. Sederhananya, dia dipinjamkan dari Villa dan peraturan Liga Premier tidak mengizinkannya bermain melawan klub induknya.
Sebuah detail kecil, tetapi hal itu secara sempurna mencerminkan perjalanan berat Sancho sejak tiba di Manchester.
Ketika kontrak yang mahal berubah menjadi masalah yang sulit.
Manchester United telah mengejar Sancho sejak musim panas 2020. Saat itu, Ole Gunnar Solskjaer melihatnya sebagai pilihan yang tepat untuk posisi sayap kanan. Namun, kesepakatan itu gagal karena Dortmund menolak menurunkan harga.
Setahun kemudian, MU kembali dan berhasil merekrut pemain Inggris tersebut. Ironisnya, Sancho tiba di Old Trafford tepat ketika keadaan mulai memburuk.
|
Jadon Sancho tidak akan bisa bermain dalam pertandingan Aston Villa melawan Manchester United. |
Masalah pertama muncul hampir seketika: posisi bermain. MU ingin Sancho bermain di sayap kanan. Tetapi sang pemain lebih suka bermain di sayap kiri. Sementara itu, sayap kiri adalah "wilayah" Marcus Rashford.
Akibatnya, Sancho tidak pernah mencapai konsistensi dalam perannya di lapangan. Ketika performa Rashford menurun di musim 2021/22, Sancho tidak mampu memanfaatkan peluang tersebut. Musim berikutnya, Rashford tampil gemilang dengan 30 gol dan sepenuhnya menguasai posisi sayap kiri.
Sancho didorong ke sayap kanan, kadang-kadang bermain sebagai pemain nomor 10, dan terkadang duduk di bangku cadangan. Seorang pemain yang mengandalkan inspirasi seperti dia akan kesulitan untuk berkembang dalam keadaan seperti itu.
Statistik tersebut jelas mencerminkan penurunan performanya. Dalam 79 pertandingan untuk Manchester United, Sancho hanya mencetak 12 gol dan memberikan 6 assist. Dibandingkan dengan apa yang ia raih di Dortmund, itu adalah perbedaan yang sangat besar.
Faktanya, sejak musim gemilangnya terakhir di Jerman, Sancho hanya mencetak 21 gol dalam 173 penampilan untuk empat tim berbeda. Sebuah penurunan yang luar biasa.
Namun, masalah taktis hanyalah sebagian dari cerita. Titik balik sebenarnya terjadi pada musim gugur 2022, ketika Sancho secara tak terduga meninggalkan skuad selama beberapa bulan. Erik ten Hag kemudian menyatakan bahwa sang pemain membutuhkan waktu untuk menyelesaikan masalah pribadi dan mentalnya.
MU bahkan mengatur agar Sancho berlatih di Belanda dengan pelatih yang dipercaya oleh Ten Hag. Ini adalah upaya untuk membantunya mendapatkan kembali performanya.
|
Bakat Jadon Sancho belum sepenuhnya terwujud. |
Kesabaran itu tidak berlangsung selamanya. Pada September 2023, Ten Hag mencoret Sancho dari skuad untuk pertandingan melawan Arsenal, dengan menyatakan secara terang-terangan bahwa alasannya adalah sikapnya saat latihan. Sancho segera membalas di media sosial, mengklaim bahwa dia telah dijadikan "kambing hitam."
Konflik pun meletus. Sancho menolak untuk meminta maaf. Ten Hag juga menolak untuk mengalah. Konfrontasi tersebut berlarut-larut selama berbulan-bulan dan hampir menutup pintu Old Trafford bagi sang pemain.
Sancho dicoret dari tim utama dan harus berlatih secara terpisah. Itu adalah pertanda jelas bahwa perjalanannya di Manchester United telah berakhir.
Bakat yang hilang
Sancho kemudian dipinjamkan ke Dortmund dan membantu tim Jerman itu mencapai final Liga Champions. Namun Dortmund tidak mampu membelinya secara permanen.
Chelsea mencoba peruntungan dengan kesepakatan pinjaman, tetapi hasilnya tidak lebih baik. Setelah 41 pertandingan dan hanya 5 gol, klub London itu setuju untuk membayar denda £5 juta untuk mengembalikan pemain tersebut.
Saat ini, Sancho bermain untuk Aston Villa. Ia baru berusia 25 tahun dan secara teori masih memiliki seluruh karier di depannya. Bakat Sancho tidak pernah diragukan.
Michael Carrick pernah mengatakan bahwa teknik, kontrol bola, dan kreativitas Sancho adalah "alami dan luar biasa."
Namun, sepak bola tingkat atas lebih dari sekadar teknik.
Hal itu juga mencakup disiplin, ketahanan mental, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang keras. Sancho pernah memiliki semua kualitas ini untuk menjadi bintang besar di Manchester United.
Old Trafford bukanlah tempat yang mudah untuk dikembangkan.
Mimpi Sancho dimulai dengan tepuk tangan. Dan sekarang, mimpi itu berakhir dalam keheningan.
Sumber: https://znews.vn/bi-kich-mang-ten-jadon-sancho-post1634700.html









Komentar (0)