Menjelang akhir tahun, suasana meriah menyelimuti jalanan. Toko-toko fesyen , pusat perbelanjaan, dan platform e-commerce saling bersaing dengan menawarkan diskon dan promosi menarik, yang menyebabkan peningkatan signifikan dalam permintaan belanja wanita.
Mulai dari pakaian, kosmetik, dan perlengkapan rumah tangga hingga hadiah untuk keluarga, teman, dan mitra bisnis, semuanya berkontribusi pada "musim puncak" pengeluaran konsumen. Namun, tanpa perencanaan dan strategi yang tepat, banyak wanita dengan mudah terjebak dalam perangkap pengeluaran berlebihan, berbelanja secara impulsif, hanya untuk kemudian harus mengencangkan ikat pinggang mereka.
Oleh karena itu, belanja cerdas menjadi "kunci" untuk membantu wanita memenuhi kebutuhan kecantikan mereka sekaligus menjaga keseimbangan keuangan.
Menurut survei, pengeluaran konsumen pribadi selama musim liburan akhir tahun dapat berlipat ganda dibandingkan hari-hari biasa. Terutama, wanita berusia 25-40 tahun adalah pembelanja terbesar, khususnya untuk fesyen dan kosmetik. Oleh karena itu, membuat rencana pengeluaran yang spesifik adalah langkah pertama untuk berbelanja dengan cerdas.
Sebelum musim belanja tiba, wanita sebaiknya membuat daftar lengkap semua pembelian yang diperlukan: barang pribadi, hadiah, pakaian baru, kosmetik, sepatu, pengeluaran untuk pesta, perjalanan , dan lain sebagainya. Kemudian, tentukan anggaran maksimal untuk setiap kategori.
Ibu Thu Ha (lingkungan Long Chau) berbagi: “Sejak saya mulai membagi uang saya ke dalam beberapa kategori, saya mampu mengendalikan belanja impulsif. Di akhir tahun, saya masih bisa membeli semua yang saya butuhkan tanpa khawatir kehabisan uang untuk Tahun Baru Imlek.”
Akhir tahun juga merupakan waktu ketika stok lama diobral besar-besaran, sementara barang-barang baru berdatangan dalam jumlah banyak, dipajang secara menarik di depan toko-toko pakaian di jalanan. Berbagai skema dan trik stimulus konsumen digunakan untuk menarik pembeli, sehingga mustahil bagi wanita untuk mengabaikannya.
Banyak wanita yang tidak punya waktu untuk berbelanja tidak perlu khawatir, karena cukup buka media sosial dan Anda akan menemukan banyak sekali gambar penjualan online yang disiarkan langsung dari berbagai merek dan toko fesyen di seluruh negeri.
Shopee, sebuah " dunia belanja" yang familiar bagi semua orang, juga terus-menerus menimbulkan masalah bagi wanita karena mereka tidak dapat "mengendalikan" kebiasaan belanja impulsif mereka.
Banyak wanita tergiur oleh iklan, promosi, diskon, dan hadiah gratis dalam berbagai bentuk di media sosial, sehingga memutuskan untuk membeli barang yang hanya akan mereka gunakan sekali atau yang sebenarnya tidak mereka butuhkan.
Pakar konsumen menyarankan bahwa sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu, Anda harus bertanya pada diri sendiri apakah Anda akan sering menggunakannya dan apakah itu cocok untuk Anda. Jika jawabannya "hanya karena sedang tren," maka kemungkinan besar itu adalah pengeluaran yang tidak perlu.
Pada kenyataannya, banyak barang yang sedang tren cepat dibuang setelah hanya beberapa minggu. Memprioritaskan kebutuhan praktis tidak hanya menghemat uang tetapi juga berkontribusi dalam membangun gaya hidup konsumsi yang berkelanjutan; bahkan dapat mengurangi konflik rumah tangga yang disebabkan oleh pengeluaran berlebihan yang berdampak negatif pada anggaran keluarga.
Akhir tahun adalah "musim emas" untuk promosi, tetapi tidak semua promosi benar-benar menguntungkan. Ada banyak kasus di mana produk diberi harga tinggi dan kemudian didiskon besar-besaran untuk menciptakan ilusi penawaran hebat.
Oleh karena itu, rahasia bagi wanita adalah memantau harga produk sejak dini, membandingkan harga antar toko dan platform e-commerce.
Aplikasi pelacak harga dan kode diskon juga merupakan alat yang berguna. Wanita sebaiknya memprioritaskan pembelian dari merek-merek terkemuka dengan kebijakan pengembalian yang jelas untuk menghindari risiko.
Terlepas dari kemudahannya, belanja online juga membawa risiko pengeluaran berlebihan karena kemudahan penggunaannya. Wanita sebaiknya menerapkan aturan "berpikir 24 jam" sebelum membeli barang-barang mahal.
Selain itu, bacalah ulasan pembeli sebelumnya dengan cermat dan perhatikan gambar produk sebenarnya untuk menghindari perbedaan antara produk online dan produk di dunia nyata.
Akhir tahun adalah waktu ketika wanita menyiapkan hadiah untuk keluarga, kerabat, dan kolega. Alih-alih mengejar keranjang hadiah yang mahal dan rumit, tren saat ini adalah hadiah Tet yang praktis yang melambangkan ikatan dan menekankan nilai sentimental.
Banyak keluarga muda memilih produk pertanian Vietnam, makanan khas daerah, atau hadiah buatan tangan, yang selain ekonomis juga menunjukkan apresiasi.
Dengan rencana yang jelas, pertimbangan yang cermat terhadap promosi, dan memprioritaskan nilai jangka panjang, wanita dapat sepenuhnya menikmati suasana akhir tahun yang meriah dan merayakan hari libur tanpa tekanan finansial. Belanja akhir tahun bukan hanya tentang menghabiskan uang; ini juga mencerminkan bagaimana setiap orang mengelola kehidupan dan keuangan mereka.
Bagi wanita modern, belanja cerdas bukan berarti "mengencangkan ikat pinggang," melainkan mengetahui cara berbelanja dengan bijak, di tempat yang tepat, dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Berbelanja dengan cerdas adalah kunci untuk musim liburan yang santai, menyenangkan, dan penuh kebersamaan.
NGUYEN HUYNH
Sumber: https://baovinhlong.com.vn/kinh-te/202512/bi-quyet-mua-sam-dip-cuoi-nam-ebb4632/







Komentar (0)