![]() |
Masa depan pelatih Regragui telah menjadi topik hangat di Maroko. Federasi sepak bola negara itu membantah laporan bahwa ia akan meninggalkan jabatannya pada 25 Februari, tetapi mengkonfirmasi bahwa mereka telah menghubungi beberapa kandidat. Di antara daftar kandidat tersebut adalah Xavi Hernandez, mantan gelandang Barcelona.
Kedua pihak belum mencapai kesepakatan. Sebuah sumber terdekat mengatakan Xavi ingin menerima tawaran tersebut setelah Piala Dunia musim panas ini. Hal ini membuka kemungkinan pergantian manajer sebelum turnamen terbesar di planet ini.
Regragui, 50 tahun, pernah mencapai prestasi luar biasa dengan memimpin Maroko ke semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar. Itu adalah penampilan terbaik dalam sejarah tim nasional Afrika. Namun, ia tidak mampu memperpanjang kesuksesan itu di panggung kontinental.
Pada Piala Afrika 2023 (CAN), Maroko tersingkir di babak 16 besar. Di CAN 2025 yang digelar di kandang sendiri, mereka mencapai final tetapi kalah dari Senegal dalam pertandingan kontroversial setelah perpanjangan waktu. Impian mereka untuk memenangkan Piala Afrika untuk pertama kalinya sejak 1976 tetap tak terwujud.
Selama dekade terakhir, Maroko telah berinvestasi besar-besaran di bidang sepak bola. Stadion, fasilitas, dan kualitas pemain semuanya telah ditingkatkan, sehingga meningkatkan ekspektasi. Regragui telah menghadapi kritik yang cukup besar dalam beberapa bulan terakhir, terutama mengenai gaya bermainnya, yang dianggap terlalu pragmatis.
Sebelum Piala Afrika 2025, ia mengakui bahwa tim harus belajar untuk "bertahan" dan "tidak bisa memenangkan setiap pertandingan dengan skor 5-0". Meskipun demikian, tekanan terkait gaya bermain dan gelar juara masih tetap besar.
Maroko akan berpartisipasi dalam Piala Dunia di AS, Kanada, dan Meksiko, dalam grup yang sama dengan Brasil, Skotlandia, dan Haiti. Kemungkinan Regragui meninggalkan jabatannya sebelum turnamen sangat masuk akal. Jika itu terjadi, ia akan dikenang sebagai sosok di balik pencapaian bersejarah tahun 2022, tetapi juga sebagai pelatih yang gagal menerjemahkan sumber daya yang melimpah menjadi gelar kontinental.
Sumber: https://znews.vn/bien-dong-lon-o-doi-tuyen-morocco-post1630263.html








Komentar (0)