Platform untuk data populasi, identifikasi, dan otentikasi elektronik akan ditingkatkan secara signifikan. |
Menurut rancangan Keputusan tentang mobilisasi potensi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk melayani kegiatan Kepolisian Rakyat, yang disusun oleh Kementerian Keamanan Publik dan terbuka untuk komentar hingga 31 Mei, platform data warga, platform identifikasi dan otentikasi elektronik seperti VNeID akan menerima investasi dan peningkatan infrastruktur teknologi yang signifikan.
Selain memanfaatkan sumber daya yang ada, Kementerian Keamanan Publik juga berencana untuk mengerahkan para ahli terkemuka di bidang big data, kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, komputasi awan, dan infrastruktur digital untuk berpartisipasi dalam penelitian dan pengembangan sistem tersebut.
Dari segi teknologi, VNeID diharapkan akan mengalami peningkatan sistem yang signifikan untuk meningkatkan kemampuan pemrosesan, sehingga menghasilkan kinerja aplikasi yang lebih lancar dan mengurangi lag, gangguan, atau kemacetan jaringan ketika sejumlah besar pengguna mengakses aplikasi secara bersamaan.
Langkah ini sejalan dengan arah menjadikan VNeID sebagai platform sentral dalam ekosistem digital nasional, sebagaimana diuraikan dalam proyek pengembangan aplikasi data warga, identifikasi, dan otentikasi elektronik yang disetujui oleh Perdana Menteri pada tanggal 26 Mei.
Sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, pada tahun 2028, semua dokumen pribadi akan didigitalisasi. Warga negara akan dapat melakukan banyak prosedur daring dari mana saja menggunakan tanda tangan digital pribadi mereka yang terintegrasi langsung ke dalam aplikasi. Bahkan pendaftaran pemilik kartu SIM telepon dapat dilakukan melalui otentikasi via VNeID.
Yang perlu diperhatikan, pada tahun 2030, VNeID direncanakan untuk mengintegrasikan rekening bank dan dompet elektronik ke dalam akun verifikasi identitas tingkat 2. Pada saat itu, orang-orang akan dapat menggunakan aplikasi tersebut untuk membayar banyak layanan tanpa menggunakan uang tunai.
Kecerdasan buatan (AI) juga diperkirakan akan muncul di banyak utilitas yang bertujuan untuk mempersonalisasi pengalaman pengguna. Aplikasi dapat secara otomatis menyarankan layanan yang sesuai, membantu dalam prosedur, atau mengoptimalkan pengalaman sesuai dengan kebutuhan individu.
Melihat lebih jauh ke tahun 2045, VNeID dibayangkan akan berkembang menjadi ekosistem digital terintegrasi yang menawarkan banyak layanan penting seperti listrik, air, perawatan kesehatan, pendidikan , transportasi, prosedur administrasi, dan utilitas lainnya dalam satu platform.
Pada akhir tahun 2025, lebih dari 65 juta akun VNeID telah diaktifkan di seluruh negeri. Aplikasi ini saat ini mengintegrasikan berbagai dokumen seperti kartu identitas warga negara, kartu asuransi kesehatan, SIM, paspor, informasi tempat tinggal, asuransi sosial, informasi pajak, status perkawinan, ijazah, dan transkrip sekolah.
Menurut data yang dipublikasikan, sekitar 25% orang dewasa sudah memiliki tanda tangan digital pribadi; 90% peserta asuransi memiliki rekam medis elektronik; dan 100% rumah sakit umum, pusat kesehatan masyarakat, dan lembaga pendidikan tinggi telah menerapkan pembayaran tanpa uang tunai. Hal ini dianggap sebagai fondasi untuk memperluas lebih banyak utilitas digital pada VNeID di masa mendatang.
Kini warga dapat menggunakan VNeID untuk menampilkan dokumen elektronik saat menggunakan berbagai layanan sebagai pengganti salinan kertas, dan juga dapat secara proaktif memperbarui dokumen yang diperlukan langsung di aplikasi.
Sumber: https://znews.vn/bo-cong-an-dau-tu-manh-cho-sieu-ung-dung-vneid-post1654997.html








Komentar (0)