Untuk menghindari penyalahgunaan dan mengoptimalkan manfaat kesehatan dari protein, orang perlu mengikuti prinsip-prinsip berikut:
Mulailah dari kebutuhan.
Kebutuhan protein bergantung pada ukuran tubuh, usia, tingkat aktivitas, dan status kesehatan. Orang dewasa yang kurang aktif biasanya membutuhkan protein lebih sedikit daripada seseorang yang berolahraga secara teratur, menurut situs web Amerika Eating Well .

Setiap kali makan, sebaiknya disertakan makanan yang kaya protein, seperti dada ayam atau susu segar.
FOTO: AI
Bagi kebanyakan orang dewasa, pedoman umumnya adalah mengonsumsi sekitar 0,8 gram protein per kilogram berat badan per hari. Mereka yang sangat aktif atau pergi ke gym mungkin membutuhkan sedikit lebih banyak. Namun, menggandakan asupan protein secara tiba-tiba jarang memberikan manfaat. Protein berlebih tidak secara otomatis berubah menjadi otot. Tubuh akan membakar atau menyimpan kalori protein berlebih sebagai lemak.
Distribusikan asupan protein secara merata sepanjang hari.
Banyak orang mengonsumsi sangat sedikit protein untuk sarapan, kemudian makan berlebihan untuk makan malam. Tubuh mensintesis protein otot dengan optimal ketika disuplai dalam jumlah yang konsisten.
Jumlah protein yang perlu dikonsumsi setiap orang per makanan bergantung pada kebutuhan dan keadaan masing-masing individu. Bagi mereka yang berolahraga di gym, asupan protein yang disarankan adalah 35 hingga 40 gram per makanan. Bahkan perbedaan 15-25 gram per makanan dapat membuat perbedaan seiring waktu.
Utamakan makanan alami.
Makanan alami menyediakan protein beserta vitamin, mineral, dan serat. Telur, yogurt, lentil, kacang-kacangan, ikan, susu, dan keju kaya akan nutrisi. Makanan-makanan ini dicerna lebih lambat dan mendukung kesehatan usus.
Sementara itu, meskipun bubuk protein tinggi protein, kandungan vitamin dan mineralnya tidak sekaya makanan alami. Bubuk protein sebaiknya hanya digunakan sebagai suplemen dan bukan sebagai pengganti makanan.
Amati sinyal tubuh.
Karena setiap tubuh dan intensitas olahraga berbeda, jumlah protein yang dibutuhkan juga akan bervariasi. Pendekatan yang baik adalah memperhatikan sinyal tubuh Anda daripada hanya mengonsumsi jumlah protein yang direkomendasikan.
Ketika kekurangan protein, tubuh akan menunjukkan beberapa tanda seperti kelelahan yang terus-menerus, nyeri otot yang sering, dan pemulihan yang lambat. Di sisi lain, kembung, sembelit, bau mulut, atau kehilangan nafsu makan bisa menjadi tanda kelebihan protein. Tanda-tanda ini membantu kita menyesuaikan diri dan mencapai asupan protein yang ideal, menurut Eating Well .
Sumber: https://thanhnien.vn/bo-sung-protein-sao-cho-dung-va-du-185251225001200221.htm







