Sebagai satu-satunya wilayah di negara ini yang berbatasan langsung dengan laut di tiga sisinya, memiliki ekosistem hutan bakau yang unik dan banyak potensi luar biasa di bidang perikanan, energi terbarukan, dan ekowisata, Ca Mau menghadapi peluang besar untuk bangkit menjadi pusat pertumbuhan ekonomi maritim di wilayah Delta Mekong.

Namun, masih banyak tantangan antara potensi dan pengembangan praktis. Bagaimana kita dapat memanfaatkan sumber daya laut secara efektif? Apa saja "kendala" yang perlu diatasi agar Ca Mau benar-benar dapat menjangkau laut lepas?

Serial "Aspirasi Ca Mau untuk 'Membangun Masa Depan Gemilang dari Laut Biru'" akan menganalisis secara komprehensif pilar-pilar ekonomi kelautan, mulai dari situasi dan kesulitan saat ini hingga solusi untuk pembangunan di fase baru.

Pelajaran 1: Kaya akan potensi, mengapa kita belum menjadi kaya dari laut?

Dibandingkan dengan banyak daerah di kawasan Delta Mekong, Ca Mau memiliki potensi ekonomi kelautan yang termasuk tertinggi di negara ini. Namun, keunggulan ini belum dimanfaatkan sepenuhnya untuk menciptakan terobosan dalam pembangunan. Dalam rencana pembangunan hingga tahun 2030, dengan visi hingga tahun 2050, ekonomi kelautan diidentifikasi sebagai "pilar" strategis, yang memainkan peran mendasar dalam pertumbuhan jangka panjang provinsi.

Menggabungkan keunggulan unik

Ca Mau memiliki garis pantai lebih dari 300 km, wilayah laut yang dapat dieksploitasi seluas kurang lebih 120.000 km², dan tiga gugusan pulau: Hon Khoai , Hon Chuoi, dan Da Bac. Hal ini memberikan kondisi yang menguntungkan untuk mengembangkan ekonomi maritim multi-sektor, mulai dari perikanan dan budidaya perikanan hingga energi terbarukan dan ekowisata .

Ca Mau adalah satu-satunya daerah di negara ini yang tiga sisinya berbatasan dengan laut, sehingga memiliki banyak keunggulan untuk mengembangkan ekonomi maritim.

Terletak strategis, Ca Mau berada di koridor pembangunan ekonomi selatan Subwilayah Mekong Raya (GMS), yang menghubungkan Laut Cina Selatan dan Teluk Thailand. Provinsi ini juga dianggap sebagai pusat pertumbuhan dinamis di wilayah Delta Mekong, memainkan peran khusus dalam ekonomi maritim serta pertahanan dan keamanan nasional.

Setelah penggabungan dengan Bac Lieu, ruang pengembangan telah meluas, menciptakan keuntungan tambahan untuk pembentukan "ibu kota" energi terbarukan dan pusat produksi udang terbesar di negara ini. Secara khusus, kekuatan tenaga angin pesisir yang dikombinasikan dengan kompleks gas-listrik-pupuk Ca Mau membuka potensi signifikan untuk pengembangan industri energi hijau.

Hamparan perairan penangkapan ikan yang luas menyediakan sumber daya laut yang melimpah untuk wilayah laut Ca Mau.