Kopi, terutama jika dikonsumsi saat perut kosong, memicu lambung untuk memproduksi lebih banyak asam. Hal ini karena kafein dalam kopi merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan lambung meningkatkan produksi gastrin, hormon yang merangsang produksi asam klorida, menurut situs kesehatan Verywell Health (AS).

Mengonsumsi daging olahan dan minum kopi di pagi hari dapat dengan mudah menyebabkan ketidaknyamanan bagi orang-orang dengan sistem pencernaan yang sensitif.
FOTO: AI
Selain itu, kafein dapat mengendurkan otot sfingter antara kerongkongan dan lambung. Hal ini dapat memudahkan asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Gejala yang sering muncul meliputi rasa panas di dada dan ketidaknyamanan di tenggorokan. Kopi dingin atau es memiliki tingkat keasaman yang lebih rendah daripada kopi panas, tetapi tetap dapat menyebabkan iritasi pada orang dengan perut sensitif.
Sementara itu, roti putih dan kue-kue yang terbuat dari pati putih biasanya memiliki indeks glikemik tinggi, dicerna dengan cepat, mudah meningkatkan kadar gula darah, dan merangsang sekresi asam lambung. Bagi orang dengan perut sensitif atau refluks, mengonsumsi banyak makanan berbahan pati putih dapat dengan mudah memperburuk gejala. Selain itu, pati putih kekurangan serat, sehingga tidak memberikan rasa kenyang dalam waktu lama, mudah menyebabkan makan berlebihan dan memberi tekanan pada perut.
Sementara itu, daging yang ditambahkan ke dalam sandwich seringkali merupakan daging olahan yang mengandung kadar garam, pengawet, dan lemak jenuh yang tinggi. Bahan-bahan ini tidak hanya memperlambat pencernaan tetapi juga meningkatkan risiko peradangan saluran pencernaan. Secara khusus, kadar lemak jenuh dan garam yang tinggi dapat merangsang produksi asam lambung, memperburuk gejala refluks atau tukak lambung.
Ketika kopi dingin yang asam dipadukan dengan roti olahan dan daging olahan, sistem pencernaan harus menghadapi dampak ganda. Tingkat keasaman meningkat sementara makanan menjadi sulit dicerna dan dapat menyebabkan peradangan.
Asam lambung berlebih dapat mengiritasi lapisan lambung, sementara lemak dan garam memperlambat pencernaan. Hal ini menciptakan lingkungan yang kondusif untuk refluks, rasa panas di dada, kembung, dan ketidaknyamanan pencernaan. Ahli gizi menyarankan untuk menghindari minuman berkafein tinggi atau makanan berlemak segera setelah bangun tidur di pagi hari, terutama bagi mereka yang memiliki sistem pencernaan sensitif.
Mereka yang masih menikmati kopi es dan sandwich untuk sarapan tetap bisa memakannya, tetapi mereka perlu menerapkan beberapa strategi. Setelah bangun tidur, sebelum minum kopi, mereka sebaiknya mengonsumsi camilan ringan yang kaya akan lemak nabati atau protein seperti almond, selai kacang, atau telur rebus. Untuk sandwich, prioritaskan yang berisi daging rebus, telur, ikan, dan kacang-kacangan, menurut Verywell Health .
Sumber: https://thanhnien.vn/ca-phe-da-va-banh-mi-thit-bo-doi-buoi-sang-quen-thuoc-nhung-co-tot-18525082823522661.htm









Komentar (0)