Mengapa tubuh membutuhkan lebih banyak air saat berolahraga?
Selama berolahraga, tubuh menghasilkan banyak panas untuk mengatur suhu tubuh, dan tubuh berkeringat untuk mendinginkan kulit . Saat keringat menguap, air dan elektrolit seperti natrium dan kalium juga hilang. Jika air yang cukup tidak diganti, tubuh dapat mengalami:
- Lelah.
- Pusing.
- Kemampuan berkonsentrasi menurun.
- Sakit kepala.
- Kram otot.
- Jantungku berdetak kencang.
- Penurunan performa atletik....
Dalam kasus yang lebih parah, dehidrasi berkepanjangan dapat menyebabkan kelelahan akibat panas atau serangan panas, terutama saat berolahraga di luar ruangan dalam cuaca panas.
Bagaimana seharusnya kita minum air?

Penting untuk minum air pada waktu yang tepat sebelum, selama, dan setelah berolahraga.
Banyak orang hanya minum air putih ketika merasa haus; namun, ini bukanlah waktu yang ideal. Rasa haus biasanya baru muncul ketika tubuh sudah mengalami dehidrasi, jadi lebih baik minum air putih sebelum merasa haus. Hidrasi yang tepat selama dan setelah berolahraga sangat penting untuk menjaga kebugaran dan melindungi kesehatan jangka panjang.
Sebelum berolahraga: Minum air sebelum berolahraga membantu tubuh Anda memasuki sesi olahraga dalam kondisi terhidrasi dengan baik dan memastikan sirkulasi yang stabil.
Para ahli sering merekomendasikan:
- Minumlah sekitar 400–600 ml air 2–3 jam sebelum berolahraga.
- Anda bisa menambahkan sedikit air sekitar 15-20 menit sebelum memulai olahraga jika Anda merasa mulut kering atau jika cuaca panas.
Hindari minum terlalu banyak air tepat sebelum berolahraga karena dapat menyebabkan kembung, rasa tidak nyaman, atau memengaruhi performa Anda.
Saat berolahraga: Selama aktivitas fisik , tubuh perlu terhidrasi secara teratur dan jangan menunggu sampai haus baru minum.
Tergantung pada intensitas olahraga dan kondisi cuaca, ada kemungkinan untuk:
- Minumlah sedikit demi sedikit setiap 15–20 menit, rata-rata sekitar 150–250 ml setiap kali.
- Mengonsumsi dalam jumlah kecil memungkinkan penyerapan yang lebih baik dan mengurangi rasa kenyang di perut.
Untuk latihan yang berlangsung lebih dari 60 menit atau olahraga intensitas tinggi, tubuh tidak hanya kehilangan air tetapi juga elektrolit.
Dalam hal ini, hal-hal berikut dapat dipertimbangkan:
- Air terelektrolisis,
- Minuman olahraga yang sesuai,
- Alternatifnya, konsumsilah makanan yang kaya akan kalium dan natrium setelah berolahraga.
Namun, minuman olahraga manis tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan karena dapat menyebabkan asupan kalori yang tidak perlu.
Setelah berolahraga: Setelah aktivitas fisik, tubuh terus kehilangan air melalui keringat dan pemulihan metabolisme. Oleh karena itu, rehidrasi setelah berolahraga sangat penting.
Oleh karena itu, perlu dilakukan hal-hal berikut:
- Minumlah air secara perlahan selama beberapa jam setelah berolahraga, dikombinasikan dengan diet seimbang, untuk membantu memulihkan keseimbangan elektrolit secara alami.
- Air putih biasanya cukup untuk olahraga ringan hingga sedang. Namun, mereka yang berolahraga intensif atau berkeringat banyak mungkin perlu mengonsumsi suplemen natrium, kalium, dan magnesium.
Sumber makanan alami yang membantu mengganti cairan dan elektrolit meliputi: air kelapa, pisang, jeruk, semangka, susu, dan kaldu sayuran.
3. Kesalahan umum saat rehidrasi selama berolahraga
- Minumlah hanya ketika Anda merasa haus: Jika Anda menunggu hingga sangat haus baru minum, performa atletik Anda mungkin sudah menurun secara signifikan.
- Minum terlalu banyak air dalam waktu singkat: Mengonsumsi air dalam jumlah berlebihan sekaligus dapat menyebabkan kembung, rasa tidak nyaman, dan dalam kasus yang jarang terjadi, hiponatremia.
- Konsumsi minuman ringan atau minuman energi secara berlebihan: Banyak minuman energi mengandung kafein, gula, stimulan, dan lain-lain, yang dapat meningkatkan detak jantung atau menyebabkan kelebihan kalori jika dikonsumsi secara teratur.
- Mengabaikan elektrolit selama olahraga intensitas tinggi: Orang yang berolahraga dalam waktu lama dan berkeringat banyak tetapi hanya minum air putih dapat dengan mudah mengalami kram otot dan kelelahan karena kehilangan natrium dan kalium.
Tanda-tanda dehidrasi pada tubuh Anda saat berolahraga.
Beberapa gejala umum meliputi: mulut kering, urine berwarna gelap, pusing, sakit kepala, kelelahan yang tidak biasa, penurunan konsentrasi, dan kram otot.
Jika Anda mengalami pusing, mual, detak jantung cepat, pingsan, atau suhu tubuh tinggi, segera hentikan olahraga dan minumlah cukup cairan. Carilah pertolongan medis jika gejalanya parah.
Pembaca dipersilakan untuk menonton video untuk informasi lebih lanjut:
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/cach-bo-sung-nuoc-dung-khi-luyen-tap-the-thao-169260531124657922.htm








Komentar (0)