Beberapa pengguna telah menerima notifikasi dari teman-teman di Telegram, yang memperingatkan bahwa akun mereka "berisiko." Jika tidak segera ditangani, sistem akan memaksa penghapusan akun setelah 24 jam. Pesan ini sering disertai dengan tautan Telegram palsu dan antarmuka yang serupa, sehingga menyulitkan pengguna untuk mengenali penipuan tersebut.
Gambar ilustrasi
Kampanye penipuan Telegram
Para ahli mencatat bahwa kampanye penipuan di Telegram semakin marak. Tujuan mereka adalah untuk mendapatkan kendali atas akun pengguna melalui tautan palsu. Contoh tipikalnya adalah menerima pesan dari teman melalui Telegram yang memperingatkan bahwa akun Anda berisiko dan membutuhkan perhatian segera. Pesan ini sering kali menyertakan tautan yang berisi kata "Telegram," dan antarmuka situs webnya identik dengan situs resmi Telegram, sehingga menyulitkan pengguna untuk mendeteksi penipuan tersebut.
Mencegah tautan palsu
Untuk menghindari jebakan situs Telegram palsu, Anda perlu mengambil beberapa tindakan pencegahan:
Periksa tautan : Selalu periksa tautan sebelum mengkliknya, terutama tautan yang meminta Anda memasukkan informasi pribadi. Berhati-hatilah dan pastikan tautan tersebut benar dan akurat.
Tutup jendela jika Anda mengklik situs web palsu: Jika Anda telah mengklik situs web Telegram palsu, jangan masukkan informasi pribadi apa pun. Sebaliknya, segera tutup jendela penjelajahan dan hapus tautan dari riwayat penjelajahan Anda untuk menghindari mengkliknya lagi secara tidak sengaja.
Autentikasi dua faktor : Aktifkan autentikasi dua faktor untuk akun Telegram Anda. Ini membantu melindungi akun Anda dari akses tidak sah, bahkan jika seseorang memiliki nomor telepon dan kode OTP Anda.
Jangan mengklik tautan dari pesan atau email: Hindari mengklik tautan yang dikirim melalui pesan atau email, meskipun berasal dari teman Anda. Sebagai gantinya, masukkan sendiri alamat Telegram resmi di browser Anda.
Kesimpulannya: Dengan semakin populernya Telegram, tautan palsu telah menjadi ancaman yang signifikan. Namun, dengan berhati-hati dan mematuhi langkah-langkah keamanan dasar, Anda dapat menghindari kampanye phishing ini dan melindungi akun pribadi Anda dari potensi risiko.
Sumber







Komentar (0)