![]() |
Kutukan luar biasa De Ligt. |
Sejak awal karier sepak bola profesionalnya, De Ligt belum pernah menghabiskan dua musim berturut-turut di bawah manajer yang sama. Ini berarti bahwa di setiap musim baru, pemain internasional Belanda ini harus membiasakan diri dengan pelatih baru.
Dengan kepergian Ruben Amorim dari kursi pelatih Manchester United pada sore hari tanggal 5 Januari, kutukan De Ligt terus berlanjut hingga musim 2026/27.
Skenario di mana De Ligt dapat mematahkan kutukan ironis ini adalah jika Manchester United secara tak terduga mengangkat kembali Amorim untuk musim 2026/27, atau jika bek tengah asal Belanda itu pindah ke tim baru yang dikelola oleh pelatih asal Portugal itu sendiri pada jendela transfer musim panas mendatang.
Di media sosial, banyak penggemar mengejek De Ligt, mengklaim bahwa ia membawa nasib buruk bagi setiap pelatih yang pernah bekerja dengannya. Mulai dari Amorim, Erik ten Hag, Maurizio Sarri hingga Max Allegri, Andrea Pirlo, Julian Nagelsmann, dan Thomas Tuchel, semuanya pernah mengalami periode singkat atau penuh gejolak ketika De Ligt berada di dalam skuad mereka.
Salah satu komentator menulis: "Dengan De Ligt di dalam skuad, manajer pasti sangat khawatir." Penggemar lain menulis: "Dia membawa kesialan bagi manajer mana pun yang berhubungan dengannya." Penggemar lain berkomentar: "Manchester United mungkin perlu mempertimbangkan kembali peran De Ligt di musim 2026/27 jika mereka menunjuk manajer papan atas."
Kurangnya stabilitas di bangku pelatih jelas bukan fondasi yang ideal bagi pemain mana pun, terutama di posisi yang menuntut tingkat pemahaman dan keandalan yang tinggi seperti posisi De Ligt sebagai bek tengah.
![]() |
De Ligt belum pernah menghabiskan dua musim berturut-turut di bawah manajer yang sama. |
Sumber: https://znews.vn/cai-dop-kho-tin-cua-trung-ve-mu-post1617133.html









Komentar (0)