Praktik terbaru Rumah Sakit Pusat Thai Nguyen yang sementara waktu mengenakan biaya 500.000 VND kepada pasien yang mencari pemeriksaan dan perawatan medis menyoroti perlunya segera menyelesaikan mekanisme manajemen dan pembayaran yang kompatibel dengan model perawatan kesehatan digital.
![]() |
| Pemberlakuan prosedur yang mengharuskan pasien membayar biaya di muka di Rumah Sakit Pusat Thai Nguyen menarik perhatian publik yang cukup besar. |
Di Departemen Rawat Jalan Rumah Sakit Pusat Thai Nguyen, yang belakangan ini banyak dibicarakan pasien bukanlah biaya sebesar 500.000 VND, melainkan penambahan tahapan ekstra dalam proses pemeriksaan dan pengobatan, yang diharapkan akan semakin disederhanakan.
Tidak hanya pasien yang mencari perawatan darurat, tetapi bahkan mereka yang memiliki kartu asuransi kesehatan yang menjalani pemeriksaan rutin atau perawatan rawat jalan harus melalui langkah tambahan berupa pembayaran sementara dan penggantian biaya, sehingga banyak yang merasa bahwa proses pemeriksaan dan perawatan medis tidak benar-benar nyaman.
Ibu Trieu Thi Hong, warga lingkungan 64, Kelurahan Phan Dinh Phung, yang rutin memeriksakan tekanan darahnya, berbagi: "Jika itu untuk pemeriksaan yang tidak terjadwal, maka pengenaan biaya itu benar, tetapi bagi orang-orang seperti saya yang pemeriksaan rutinnya sepenuhnya ditanggung oleh asuransi, peraturan ini seharusnya tidak diterapkan."
Namun, dari perspektif fasilitas kesehatan, cerita ini bukan sekadar tentang pembayaran di muka. Menurut perwakilan rumah sakit, pengumpulan biaya sementara ini tidak dimaksudkan untuk meningkatkan beban keuangan pasien, tetapi muncul dari kesulitan praktis dalam proses transisi ke metode baru pengelolaan pemeriksaan dan perawatan medis.
![]() |
| Pelayanan pasien di Rumah Sakit Pusat Thai Nguyen. |
Menurut Dr. Nguyen Thu Huong, Kepala Departemen Rawat Jalan di Rumah Sakit Pusat Thai Nguyen: Saat ini, rumah sakit menerima pasien dengan asuransi kesehatan menggunakan kartu identitas warga yang terintegrasi dengan data asuransi. Namun, menurut peraturan, fasilitas medis tidak diperbolehkan menyimpan kartu identitas warga pasien. Hal ini menyebabkan situasi di mana, setelah pemeriksaan, pengujian, dan menerima hasil, beberapa pasien meninggalkan rumah sakit tetapi tidak kembali untuk menyelesaikan prosedur. Ini menimbulkan tantangan signifikan dalam manajemen.
Menurut statistik rumah sakit, dari awal tahun 2025 hingga saat ini, terdapat 1.050 kasus pasien yang tidak kembali untuk menyelesaikan prosedur pembayaran setelah pemeriksaan dan perawatan medis. Hal ini bukan hanya beban administratif tetapi juga berkaitan langsung dengan pekerjaan keuangan, penyelesaian, dan operasional unit tersebut.
Jika dilihat dari sudut pandang yang lebih luas, kisah ini menggambarkan sebuah realitas: Teknologi dapat berubah dengan cepat, tetapi mekanisme manajemen terkadang gagal mengimbangi kecepatan operasional praktis. Mengintegrasikan asuransi kesehatan ke dalam kartu identitas warga negara merupakan langkah signifikan dalam membangun ekosistem perawatan kesehatan digital. Masyarakat tidak perlu lagi membawa banyak dokumen, dan prosedur menjadi lebih efisien.
Namun, seiring dengan diberlakukannya model manajemen baru, beberapa "kendala" juga muncul. Sebelumnya, rumah sakit dapat mengelola pasien menggunakan kartu asuransi kertas, tetapi sekarang, tanpa kemampuan untuk menyimpan kartu identitas warga, tantangan untuk memastikan pasien menyelesaikan prosedur yang diperlukan menjadi lebih kompleks.
Jelas, solusi untuk masalah ini tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada masing-masing rumah sakit. Dalam konteks percepatan transformasi digital negara, pembayaran tanpa uang tunai, dan reformasi prosedur administrasi, Kementerian Kesehatan dan Jaminan Sosial Vietnam perlu segera meneliti dan menyelesaikan mekanisme manajemen yang sesuai untuk model perawatan kesehatan digital; dan secara bersamaan mengembangkan solusi yang lebih komprehensif terkait otentikasi pasien, penyelesaian pembayaran elektronik, manajemen biaya pasca-pemeriksaan, dan tanggung jawab keuangan pengguna layanan kesehatan.
Sumber: https://baothainguyen.vn/y-te/202605/can-co-che-quan-ly-phu-hop-mo-hinh-kham-chua-benh-so-0c23b01/










Komentar (0)